Menteri Agama Nasaruddin Umar. Dok. Istimewa
Menag: Ditjen Pesantren Wujud Perhatian Besar Presiden Prabowo untuk Santri
Achmad Zulfikar Fazli • 22 October 2026 13:13
Jakarta: Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto membentuk Direktorat Jenderal Pesantren (Ditjen Pesantren) melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 18 Tahun 2026. Ditjen Pesantren dibentuk untuk memberikan perlindungan, memperkuat mutu pendidikan, pembinaan dakwah, serta pemberdayaan ekonomi dan masyarakat pesantren.
"Kehadiran direktorat jenderal ini merupakan wujud komitmen pemerintah untuk memberikan perhatian yang lebih besar kepada pesantren, sekaligus memperkuat peran strategisnya dalam pembangunan nasional," kata Menteri Agama Nasaruddin Umar saat menyampaikan amanat pada Upacara Peringatan Hari Santri, Kamis, 22 Oktober 2026.
Dia berharap pesantren dapat semakin optimal menjalankan tiga fungsi utamanya, yaitu pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
"Melalui fungsi pendidikan, pesantren melahirkan generasi yang berilmu dan berakhlak mulia. Melalui fungsi dakwah, pesantren menebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin serta memperkuat kerukunan dan persatuan bangsa," ucap Nasaruddin.
Melalui fungsi pemberdayaan masyarakat, pesantren hadir untuk mendorong kemandirian, meningkatkan kesejahteraan, dan memberikan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.
"Dengan menjalankan ketiga fungsinya secara optimal, pesantren akan semakin berperan dalam pembangunan nasional dan menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, tanpa kehilangan jati diri dan tradisi luhur yang menjadi kekuatannya," tegas Nasaruddin.

Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026. Dok. Istimewa
Hari Santri yang diperingati setiap 22 Oktober merupakan momentum mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Peringatan Hari Santri Tahun 2026 mengusung tema Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas. Tema ini mengandung pesan penting, santri bertanggung jawab besar menentukan masa depan bangsa.
"Jika dahulu para santri menguatkan negeri dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan, maka hari ini santri harus menguatkan negeri dengan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan tentu saja akhlak mulia. Tantangan zaman memang berubah, tetapi semangat pengabdian kepada negeri tercinta ini, bagi seorang santri, tidak boleh padam," ujar Nasaruddin.