KMP Batu Mandi Terbakar di Perairan Merak, Ratusan Penumpang Dievakuasi

20 October 2026 18:29

Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Batu Mandi milik PT ASDP Indonesia Ferry terbakar di perairan Merak, Banten, pada Selasa, 20 Oktober 2026 sore. Kapal yang mengangkut ratusan penumpang dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, tersebut mengalami kebakaran saat hendak bersandar di Pelabuhan Merak.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB ini memicu kepulan asap tebal dan kobaran api dari atas kapal. Kejadian ini langsung mendapat penanganan cepat dari tim SAR gabungan yang terdiri atas Basarnas, Polairud, Lanal Banten, serta sejumlah perahu nelayan setempat.

Jurnalis Metro TV, Seprinal Putra, yang meliput langsung dari lokasi melaporkan bahwa upaya pemadaman dan pendinginan terus dilakukan di tengah laut.

"Hingga saat ini pemadaman api masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan, baik dari Polair, Angkatan Laut, Basarnas, dan tim kapal lainnya di perairan Merak," ujar Seprinal dalam tayangan Breaking News Metro TV, Selasa, 20 Oktober 2026.

Proses evakuasi penumpang dilakukan melalui tiga titik utama, yakni Jetty Medaksa, Pelabuhan Mabak, dan Pelabuhan ASDP. Seluruh penumpang yang dievakuasi menggunakan sekoci dan bantuan kapal nelayan diarahkan ke posko darurat di Mall Sosoro, Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak, untuk proses pendataan.

Sebanyak 5 hingga 10 unit ambulans disiagakan untuk mengangkut penumpang yang membutuhkan penanganan medis. Sefrinal memastikan tidak ada laporan korban jiwa maupun luka bakar serius dalam insiden ini.

"Hingga saat ini belum melihat ada korban jiwa ataupun korban luka bakar, hanya beberapa luka memar akibat benturan atau terburu-buru menaiki sekoci," jelas Seprinal.
 


Selama pemadaman berlangsung, beberapa kali terdengar suara ledakan dari dalam kapal. Petugas mengimbau perahu nelayan kecil untuk tidak mendekat demi menghindari bahaya ledakan susulan.

"Proses evakuasi masih berjalan, namun tadi sempat terjadi ledakan-ledakan di dalam kapal. Instruksi diberikan untuk kapal-kapal kecil agar tidak terlalu mendekat ke KMP Batu Mandi yang sedang terbakar," kata Seprinal.

Meski berjarak sekitar 2,5 mil dari daratan, insiden ini tidak mengganggu arus penyeberangan Merak-Bakauheni. Kapal yang terbakar sedikit terbawa arus ke arah pesisir Pantai Merak sehingga alur pelayaran utama tetap aman.

"Hingga saat ini tidak mengganggu jalur aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Merak, karena kapal yang terbakar agak sedikit terbawa arus ke arah pesisir," ungkap Seprinal.

Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang, sementara tim gabungan terus menyiramkan air untuk mendinginkan kapal dan mencegah risiko tenggelam.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X