30 May 2026 22:18
Misi kemanusiaan jalur darat (land convoy) untuk rakyat Palestina yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2026 harus terhenti di tengah jalan. Meski gagal menembus perbatasan Rafah, enam Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi delegasi dalam misi tersebut akhirnya berhasil dipulangkan ke Tanah Air dalam kondisi sehat dan selamat.
Kedatangan keenam relawan ini disambut dengan suasana haru dan isak tangis kebahagiaan dari sanak keluarga yang telah menanti dengan cemas kepulangan mereka usai melalui proses diplomasi yang intensif.
Tertahan di Gurun dan Ancaman Milisi Bersenjata
Tim relawan darat yang bergerak mandiri membawa mandat kemanusiaan ini sempat tertahan berhari-hari di area tandus gurun perbatasan antara Libya Barat dan Libya Timur.
Berdasarkan rencana awal, misi jalur darat strategis ini dijadwalkan menempuh rute panjang dari Tripoli, menyeberang ke Mesir, hingga titik akhir penyaluran bantuan di pintu perbatasan Rafah. Namun, perjalanan tersebut diadang oleh milisi bersenjata serta blokade birokrasi yang sangat ketat di kawasan Libya Timur.