Iran Pungut Tarif 'Tol Bitcoin' di Selat Hormuz, Segini Biayanya

11 April 2026 02:50

Pemerintah Iran mulai menerapkan kebijakan baru yang mewajibkan seluruh kapal yang melintasi Selat Hormuz untuk membayar tarif tol menggunakan aset kripto, Bitcoin. Langkah ini diambil sebagai strategi Teheran untuk tetap menjalankan aktivitas ekonomi di tengah tekanan sanksi internasional.

Berdasarkan keterangan Juru Bicara Serikat Eksportir Minyak, Gas, dan Produk Petrokimia Iran, Hamid Hosseini, besaran tarif yang dikenakan adalah setara dengan 1 Dollar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp17.122 per barel minyak yang dibawa oleh kapal tersebut. Kebijakan ini diberlakukan di tengah masa gencatan senjata selama dua pekan dengan Amerika Serikat.

Hamid Hosseini menjelaskan bahwa penggunaan Bitcoin merupakan upaya untuk memanfaatkan sistem keuangan yang berada di luar kendali dan jangkauan pemerintah Amerika Serikat. Ini merupakan salah satu strategi Teheran untuk menghindari sanksi internasional dengan memanfaatkan sistem keuangan di luar jangkauan Amerika Serikat.
 

Baca juga: Mojtaba Khamenei Deklarasikan Kemenangan Iran atas AS-Israel

Dalam pelaksanaannya kapal-kapal yang ingin melintas wajib mengirimkan email kepada otoritas Iran mengenai detail muatan yang dibawa. Setelahnya mereka akan dikenakan tarif yang sesuai dan harus membayarnya menggunakan Bitcoin. Setelah pembayaran diterima dan diverifikasi, kapal baru diizinkan melanjutkan perjalanan.

Selain sebagai sumber pendapatan, skema ini juga berfungsi sebagai alat pemantauan. Pemerintah Iran menggunakan proses penilaian ini untuk memastikan bahwa kapal-kapal yang melintas tidak membawa senjata melalui Selat Hormuz. Meski pemeriksaan diperketat, komoditas lain seperti minyak tetap diperkenankan untuk lewat setelah memenuhi kewajiban pembayaran.

Langkah berani ini muncul setelah ketegangan meningkat di kawasan Timur Tengah. Sebelumnya, Iran sempat dikabarkan akan menutup akses Selat Hormuz sebagai respons atas serangan militer Israel ke Lebanon yang menimbulkan ratusan korban jiwa.

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur maritim paling strategis di dunia, di mana sebagian besar pasokan minyak global melintas setiap harinya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)