Mojtaba Khamenei Deklarasikan Kemenangan Iran atas AS-Israel

11 April 2026 01:58

Pemimpin Iran, Ayatullah Mojtaba Khamenei, secara resmi menyatakan kemenangan Republik Islam Iran atas Amerika Serikat (AS) dan Zionis Israel. Pernyataan ini disampaikan melalui sebuah pesan yang dibacakan dalam siaran televisi pemerintah, yang menegaskan posisi Iran sebagai kekuatan besar baru di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataan tersebut, Khamenei menyebut rakyat Iran sebagai 'pemenang sejati' dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Zionis Israel. Gencatan senjata yang terjadi dipandang oleh pihak Iran bukan sekadar penghentian serangan semata, melainkan bukti nyata dari kebangkitan Iran sebagai kekuatan besar, sementara kejahatan sedang menghadapi masa kemerosotan dan kelemahan yang besar.

Meskipun masa berkabung resmi atas wafatnya Ali Khamenei telah berakhir, Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa Iran tetap memiliki tekad yang teguh untuk menuntut balas atas kematian para martir perang.

Salah satu poin krusial dalam pidato tersebut adalah pengumuman mengenai perubahan status quo di jalur pelayaran global. Khamenei menyatakan bahwa saat ini telah memasuki era baru dalam pengelolaan Selat Hormuz.
 

Baca juga: Posisi Lebanon dalam Gencatan Senjata Berubah Usai Trump Hubungi Netanyahu

Pemerintah Iran menegaskan akan membawa manajemen salah satu jalur perdagangan minyak terpenting di dunia tersebut ke tahap yang baru guna memastikan keamanan navigasi, sembari memberikan peringatan bagi kapal-kapal yang melanggar aturan di kawasan tersebut.

"Kami tidak pernah menginginkan perang, namun kami juga tidak akan pernah melepaskan hak-hak kami yang sah," tegas Khamenei yang dibacakan dalam siaran televisi.

Khamenei juga memberikan pesan khusus kepada negara-negara tetangga di selatan Iran. Ia mengajak mereka untuk melihat realitas kekuatan Iran sebagai sebuah 'mukjizat' dan tidak terpedaya oleh janji-janji palsu dari pihak Barat yang ia sebut sebagai 'iblis'.

Iran menyerukan agar negara-negara tersebut menjauh dari kekuatan oportunis yang hanya ingin mengeksploitasi dan merendahkan mereka. Selain itu, Iran menyatakan tidak akan membiarkan para pelaku agresi bebas begitu saja dan berkomitmen untuk menuntut kompensasi atas seluruh kerusakan, termasuk atas setiap luka dan darah para martir dan veteran perang.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)