Posisi Lebanon dalam Gencatan Senjata Berubah Usai Trump Hubungi Netanyahu

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Anadolu

Posisi Lebanon dalam Gencatan Senjata Berubah Usai Trump Hubungi Netanyahu

Muhammad Reyhansyah • 10 April 2026 20:10

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan meninjau ulang posisinya terkait pencantuman Lebanon dalam rencana gencatan senjata di Timur Tengah, setelah melakukan pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Menurut laporan CBS News yang dikutip Middle East Monitor, Trump sebelumnya menyetujui bahwa gencatan senjata yang diumumkan pada Rabu akan berlaku secara luas di kawasan, termasuk Lebanon. Namun, sikap tersebut berubah setelah komunikasi langsung dengan Netanyahu.

Media tersebut juga menyebut bahwa mediator, termasuk Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif serta Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Lebanon merupakan bagian dari kesepakatan tersebut.

Di tengah ketidakjelasan ini, Israel meningkatkan serangan udaranya pada Rabu dengan menargetkan sekitar 100 lokasi dalam waktu 10 menit, yang mengakibatkan ratusan korban jiwa dan luka-luka, menurut data Pertahanan Sipil Lebanon. Total korban sejak 2 Maret hingga 8 April mencapai 1.739 orang tewas dan 5.873 lainnya terluka.

Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam pada Kamis menetapkan hari berkabung nasional untuk para korban serangan, di tengah perdebatan yang terus berlangsung mengenai apakah Lebanon termasuk dalam cakupan gencatan senjata.

Iran dan Lebanon menyatakan bahwa wilayah tersebut tercakup dalam kesepakatan, sementara Israel menolak klaim tersebut dan terus melanjutkan operasi militernya.

Sebelumnya, Trump mengumumkan pada malam 8 April bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan, setelah tenggat waktu yang ia tetapkan bagi Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz, disertai peringatan keras mengenai konsekuensi jika tidak dipenuhi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)