PT PLN (Persero) memperkuat kesiapsiagaan sistem kelistrikan nasional dalam menyambut masa Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah ini diambil untuk memastikan kenyamanan mobilitas masyarakat, khususnya para pengguna kendaraan listrik (EV) yang diprediksi akan meningkat signifikan pada musim mudik tahun ini.
Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Prianto, mengungkapkan bahwa pihaknya memperkirakan sekitar 23.000 unit mobil listrik akan melakukan perjalanan mudik pada periode tersebut. Untuk mengantisipasi hal ini, PLN telah menyiagakan 4.700 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di seluruh Indonesia.
Selain ribuan titik pengisian daya, PLN juga menjamin ketahanan pasokan listrik dari sisi hulu. Saat ini, cadangan daya pembangkit nasional mencapai 45%, dengan ketersediaan energi primer (batu bara, gas, dan minyak) yang cukup untuk lebih dari 20 hari operasi.
Khusus di wilayah Jawa Timur, yang menjadi salah satu destinasi utama mudik, PLN telah menyiapkan:
- 297 unit SPKLU di 158 lokasi strategis
- 562 posko siaga di Jawa Timur, Madura, hingga kepulauan sekitarnya
- 5.524 personel gabungan pegawai PLN dan mitra yang siaga 24 jam.
Layanan Darurat dan Fitur PLN Mobile
Sebagai langkah mitigasi bagi pengguna jalan tol, PLN juga menyediakan layanan SPKLU Mobile. Layanan ini diperuntukkan bagi pengguna EV yang mengalami kehabisan daya di tengah perjalanan atau situasi darurat lainnya. Masyarakat dapat meminta bantuan melalui Call Center 123 atau dengan mengakses aplikasi PLN Mobile.
Selain itu, Adi menambahkan bahwa dalam aplikasi PLN Mobile juga menyediakan kemudahan lainnya untuk para pemudik, termasuk fitur Trip Planner untuk membantu pengguna EV merencanakan titik pengisian daya sesuai rute perjalanan. Sistem aplikasi ini sudah berbasis GPS, sehingga memudahkan petugas terdekat untuk merespons gangguan secara cepat.
“Di mana pun pelanggan mengalami kesulitan listrik, petugas kami bisa langsung membantu karena basis layanannya adalah GPS,” jelas Adi.
Secara nasional, PLN menyiagakan total 5.000 posko dan hampir 7.000 personel tambahan untuk menjaga keandalan listrik di tempat ibadah serta objek wisata selama libur panjang lebaran. Dengan kesiapan ini, PLN optimis dapat memberikan pelayanan prima bagi seluruh masyarakat Indonesia, baik pengguna kendaraan konvensional maupun listrik.