10 June 2026 16:11
Pertumbuhan industri kendaraan listrik di Indonesia dinilai perlu diimbangi dengan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang mampu menjawab kebutuhan industri. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Jawa Tengah, mengembangkan mobil listrik karya mahasiswa yang dilengkapi panel surya sekaligus menyiapkan kompetensi mahasiswa di bidang teknologi hijau.
Mobil listrik hasil pengembangan mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI) Unissula tersebut memiliki keunggulan pada sistem panel surya yang terintegrasi langsung dengan baterai. Teknologi ini memungkinkan baterai tetap mendapatkan suplai daya saat kendaraan digunakan maupun ketika berhenti selama panel surya mendapat paparan sinar matahari.
Mahasiswa pengembang mobil listrik, Erian, menjelaskan panel surya ditempatkan di bagian atas kendaraan agar dapat terus mengisi daya baterai. Selain itu, kendaraan dilengkapi dua mode pengisian, yakni melalui panel surya dan pengisian daya listrik konvensional.
"Kalau untuk panel solar sendiri itu yang jelas kita taruh di atas, supaya nanti pas jalan itu kita tetap mengisi daya baterai itu. Jadi tahan lama dari baterai itu bisa agak sedikit lebih lama ketimbang kita harus mengecas dari nol sampai full," ujarnya dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Rabu 10 Juni 2026.
Tak hanya itu, mobil listrik tersebut juga dibekali sejumlah fitur pendukung seperti sensor pendeteksi depan dan belakang, indikator arus, speedometer, serta indikator kapasitas baterai. Untuk performa, kendaraan saat ini mampu melaju hingga sekitar 20 kilometer per jam dengan daya tahan baterai mencapai lima jam penggunaan, meski masih dalam tahap pengembangan.