PPLS Kebut Penguatan Tanggul Lumpur Sidoarjo di Gempolsari

26 June 2026 14:52

Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) terus mempercepat upaya penguatan tanggul di kawasan terdampak lumpur, tepatnya di Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Langkah ini diambil menyusul adanya laporan rembesan di sejumlah titik yang sempat memicu keresahan warga sekitar.

Dikutip dari Headline News, puluhan unit truk pengangkut material pasir dan batu dikerahkan ke lokasi, khususnya di RT 11 RW 3 Dusun Polo Gunting, Desa Gempolsari. Material tersebut didatangkan langsung dari wilayah Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, untuk memperkokoh struktur tanggul agar kebocoran tidak semakin parah. Selain armada truk, sejumlah alat berat seperti ekskavator juga telah dioperasikan sejak pagi hari untuk mempercepat proses pengerjaan.

Terkait titik Tanggul 68 yang sebelumnya dilaporkan mengalami rembesan, pihak PPLS mengonfirmasi bahwa kerusakan tersebut kini telah berhasil diperbaiki. Titik yang berada di perbatasan Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin, dengan Desa Glagaharum, Kecamatan Porong tersebut saat ini sudah tertangani dengan mengalirkan aliran air menuju Kali Porong.
 

Baca juga: Rembesan Air Kembali Muncul di Tanggul Lapindo Titik 68

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebelumnya telah memberikan penegasan bahwa kondisi tanggul secara umum dalam keadaan aman, meskipun sempat diguyur hujan deras. Penyebab munculnya rembesan tersebut diidentifikasi bukan karena kerusakan fundamental pada struktur tanggul, melainkan adanya kendala teknis pada sistem drainase.

Meski debit air yang keluar dinyatakan masih dalam batas normal dan tidak ada kerusakan struktur yang mendasar, warga di sekitar area tanggul dilaporkan masih merasa was-was. Rasa trauma akan bencana alam yang terjadi di masa lalu membuat masyarakat berharap agar penanganan rembesan dan kebocoran dapat diselesaikan secara tuntas dan cepat.

Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, pihak PPLS secara rutin melakukan peninggian tanggul setiap tahunnya. Hal ini dilakukan guna menanggulangi dampak penurunan tanah (land subsidence) yang terus terjadi di area sekitar semburan lumpur Lapindo.

Hingga saat ini, percepatan penguatan tanggul masih terus berlangsung demi memastikan keamanan warga dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

(Anggie Meidyana)


Close Ads X
Close Ads X