Arus Balik, Polri Siapkan Jurus Urai Kemacetan

25 March 2026 00:12

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi memberlakukan sistem One Way Nasional mulai Selasa, 24 Maret 2026 pukul 14.25 WIB guna mengantisipasi puncak arus balik Lebaran 2026 gelombang pertama. Rekayasa lalu lintas ini diterapkan mulai dari KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung hingga KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama).

Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, mengungkapkan bahwa data arus mudik tahun ini mencatatkan angka tertinggi dalam sejarah kepolisian, yakni mencapai 270.315 kendaraan pada periode 18-19 Maret 2026. Angka tersebut naik 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Data arus mudik ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah. Oleh sebab itu, mekanisme skenario rekayasa lalu lintas harus kita optimalkan pada saat arus balik," tegas Irjen Pol. Agus Suryonugroho dalam Primetime News Metro TV, Selasa malam.

Strategi Urai Kepadatan: One Way dan Contraflow

Untuk menghadapi lonjakan arus balik, Polri tidak hanya mengandalkan one way nasional, tetapi juga menyiapkan berbagai langkah taktis di lapangan seperti one way lokal yang diberlakukan di wilayah Jawa Tengah (Salatiga, Ungaran hingga Kalikangkung) untuk memecah kepadatan di jalur Trans Jawa.

Lalu ada contraflow berlapis, yakni penyiapan dua lajur contraflow dari KM 70 hingga KM 55. Jika kepadatan meningkat, skema ini akan diperpanjang hingga KM 36. Kendaraan dari arah Jawa Barat (Cipularang) juga akan dialihkan melalui Exit Tol Sadang menuju Deltamas dan Setu guna menghindari penumpukan di titik pertemuan KM 66.

Potensi Perpanjangan One Way Nasional

Kakorlantas menegaskan bahwa durasi One Way bersifat situasional. Jika volume kendaraan pada Rabu, 25 Maret pagi masih menunjukkan peningkatan yang signifikan, Polri berencana memperpanjang masa berlaku One Way nasional hingga Kamis, 26 Maret atau lebih lama lagi setelah melalui tahap analisa traffic.

Pemerintah telah menetapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada 26-28 Maret 2026. Kebijakan ini dinilai sangat membantu Polri dalam mengurai konsentrasi kendaraan pada satu waktu tertentu. "WFA ini adalah strategi bagus untuk mengurai arus balik. Masyarakat bisa memilih waktu perjalanan yang lebih luang sehingga tidak perlu tergesa-gesa," tambah Irjen Agus.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)