25 March 2026 13:43
Jakarta: Usai menikmati masa liburanpanjang, tidak sedikit orang justru merasakan perubahan suasana hati saat kembali ke rutinitas biasanya. Kondisi tersebut dikenal sebagai post-holidaysyndrome atau post-holiday blues, di mana perasaan sedih, lelah, hingga kehilangan semangat muncul setelah liburan berakhir.
Dilansir dari laman Universitas Persada Indonesia Yayasan Administrasi Indonesia (UPI Y.A.I), post-holidaysyndromemerupakan kondisi ketika otak belum sepenuhnya menerima berakhirnya momen menyenangkan selama liburan. Perubahan mendadak dari suasana santai ke aktivitas harian memicu respons psikologi berupa keinginan untuk terus beristirahat.
Kondisi tersebut juga sering dipicu oleh rasa "kaget" karena harus kembali ke realitas setelah menikmati waktu luang. Transisi tersebut dapat memengaruhi energi dan motivasi seseorang dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Masih dilansir dari UPI Y.A.I, gejala post-holiday syndrome cukup beragam dan bisa dirasakan secara fisik maupun emosional, di antaranya:
Siapa yang Rentan Mengalaminya?
Pada dasarnya kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja. Namun, individu dengan tekanan pekerjaan tinggi, beban hidup besar, atau yang merasa liburannyakurang memuaskan cenderung lebih rentan.
Pekerja yang harus segera kembali ke rutinitas padat, anak rantau yang kembali ke perantauan, hingga mereka yang dihadapkan pada tenggat waktu juga kerap mengalami kondisi post-holidaysyndrome.
|
Baca Juga: |
Penyebab dan Cara Mengatasinya
Melansir Healthline, salah satu penyebab utama post-holiday syndrome adalah kebahagiaan selama liburan yang bersifat sementara. Setelah liburan usai, tingkat kebahagiaan seseorang umumnya akan kembali ke kondisi normal dalam beberapa hari.
Meski tergolong wajar, kondisi ini tetap perlu diatasi agar tidak berlarut-larut. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:
Post-holiday syndrome pada dasarnya merupakan respons alami tubuh terhadap perubahan ritme aktivitas. Jika perasaan tersebut berlangsung lama atau semakin berat, disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter.
(Jessica Nur Faddilah)