17 September 2026 16:52
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lahan seluas 108,7 hektare yang mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) sudah berhasil dipadamkan. Kini tersisa 110 hektare lagi yang belum berhasil dipadamkan.
“Untuk Kalteng, luas lahan yang terbakar lebih dari 218 hektare. Yang sudah dipadamkan 108,7 hektare. Masih ada sekitar 110 hektare,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Pandjaitan, dalam tayangan Breaking News Metro TV, Kamis 17 September 2026.
Barton mengatakan, pihaknya mencatat terdapat 94 titik panas di Kalteng. Penanganannya masih dilakukan oleh tim gabungan di darat dan udara.
Penanganan dari udara dilakukan menggunakan enam helikopter untuk water bombing. Selain itu, terdapat dua pesawat yang digunakan untuk patroli dan operasi modifikasi cuaca (OMC).
“Ada dua pesawat. Sedangkan water bombing ada enam helikopter,” ujar Berton.
Namun, OMC belum dapat dilakukan karena kondisi cuaca tidak mendukung. “Untuk OMC tidak bisa dilakukan karena tidak ada pertumbuhan awan,” kata Berton.
Sementara penanganan di darat melibatkan 4.686 personel. Tim gabungan tersebut terus melakukan pemadaman dan penanganan di sejumlah lokasi yang masih terdapat titik api.
“Satuan darat yang kita terjunkan di sana ada sebesar 4.686 personil dengan satgas udara untuk patroli,” katanya.
Berton mengatakan upaya pemadaman terus dilakukan bersamaan dengan pemantauan kondisi karhutla. BNPB juga meminta pemerintah daerah dan pihak terkait memperkuat pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas.
“Kami tetap mengimbau kepada seluruh pemerintah pemerintah daerah maupun dunia usaha tentu untuk melaksanakan instruksi bapak presiden kita yang nomor 11 tahun 2026 untuk penguatan penegakan larangan pembukaan lahan dengan cara membakar dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan,” kata Berton.
Di sisi lain, kondisi jarak pandang di sejumlah wilayah Kalteng juga masih menjadi perhatian. BNPB mencatat jarak pandang sekitar 1,1 kilometer dan kondisi tersebut berdampak terhadap sejumlah aktivitas penerbangan.
“Visibility sekitar 1,1 kilometer, ada beberapa delay dan cancel penerbangan,” ucapnya.