22 April 2026 11:19
Kesehatan calon jemaah haji menjadi fokus utama pemerintah menjelang keberangkatan ke Tanah Suci. Hanya jemaah yang dinyatakan sehat dan memiliki kemampuan fisik yang memadai yang diperbolehkan melunasi biaya perjalanan ibadah haji.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Haji dan Umrah RI, Liliek Marhaendro Susilo menegaskan, bahwa proses skrining ini telah dilakukan sejak akhir tahun lalu untuk memastikan kesiapan kesehatan jemaah. Terutama bagi kelompok lansia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta (komorbid).
Ia juga mengimbau jemaah yang telah berada di embarkasi maupun yang akan berangkat agar menjaga kondisi kebugaran tubuh. Terlebih durasi perjalanan memakan waktu sekitara sembilan hingga 10 jam. Liliek mengingatkan jemaah agar tidak ragu untuk makan dan minum selama penerbangan, serta memanfaatkan waktu untuk beristirahat.
“Jangan ragu untuk makan dan minum di pesawat. Dan kalau ingin ke belakang, itu bisa nanti dibantu oleh teman-teman petugas. Jadi petugas di kloter ini banyak, ada ketua kloter, ada pembimbing ibadah, ada tenaga kesehatan, ada petugas haji daerah, dan juga ada ketua regu ketua rombongan,” kata Liliek, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Rabu 22 April 2026.
Liliek kembali mengingatkan jemaah yang memiliki komorbid agar disiplin mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter. Sementara bagi jemaah yang masih berada di Tanah Air, ia mengingatkan agar tidak kelelahan menjelang keberangkatan dan memaksimalkan waktu untuk beristirahat.