Target Rampung 2027, Kementerian ESDM Kaji Penerapan Biodiesel B60

9 September 2026 13:37

Jakarta: Usai meluncurkan program biodiesel B50 pada Juli 2026, pemerintah kini mulai menyiapkankan implementasi biodiesel dengan campuran 60 persen bahan nabati berbahan dasar minyak sawit (B60). Penerapan B60 yang ditargetkan terealisasi pada 2027 ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Dikutip dari tayangan Zona Bisnis Metro TV, Rabu 9 September 2026, Presiden Prabowo meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk mengkaji penerapan B60 sebagai bahan bakar. Implementasi B60 diperlukan untuk memperkuat ketahanan energi nasional. 

Untuk merealisasikannya, pemerintah berfokus mengonsolidasikan ketersediaan bahan baku di sektor hulu sekaligus menyiapkan kesiapan infrastruktur pendukung di sisi hilir. 

Salah satu formulasi yang tengah diuji oleh para ahli untuk memenuhi komposisi B60 adalah mengombinasikan Crude Palm Oil (CPO) dengan Hydrotreated Vegetable Oil (HVO). HVO merupakan jenis bahan bakar hayati (biofuel) atau diesel terbarukan yang dihasilkan melalui proses hidrogenasi pada minyak nabati, lemak hewan, maupun minyak jelantah.

Kendati demikian, penggunaan HVO masih menemui tantangan dari segi kelayakan ekonomi. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Enia Listiani Dewi, menyampaikan bahwa tim peneliti saat ini masih terus menguji efektivitas dan tingkat keekonomian formula B60 apabila dikombinasikan dengan 10 persen HVO.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X