3 March 2026 23:55
Pemerintah Indonesia menyiagakan skema penerbangan khusus bagi jemaah umrah imbas eskalasi konflik di Timur Tengah. Langkah preventif ini diambil untuk memastikan keselamatan dan kelancaran kepulangan para jemaah.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan kebijakan tersebut usai menggelar rapat tertutup dengan para perwakilan agen perjalanan (travel) umrah dan haji. Lebih lanjut, Dahnil memaparkan dua skema mitigasi utama yang disiapkan oleh pemerintah.
Skema pertama berupa penambahan armada penerbangan selama bulan Ramadan, yang sekaligus menjadi solusi bagi jemaah yang sebelumnya menggunakan layanan maskapai asing terdampak konflik. Sementara untuk skema kedua, pemerintah menyiapkan armada khusus guna keperluan evakuasi darurat atau percepatan pemulangan jemaah. Untuk mendukung skema evakuasi ini, maskapai Garuda Indonesia telah menyiagakan dua pesawat khusus.
Langkah antisipasi ini mendesak dilakukan mengingat tingginya jumlah jemaah Indonesia di Tanah Suci. Saat ini, tercatat sekitar 58.000 jemaah umrah berada di Arab Saudi.
Meski sebagian jemaah telah kembali ke tanah air, banyak yang perjalanannya terhambat masalah penerbangan transit. Imbasnya, sejumlah jemaah tertahan di negara persinggahan, sementara calon jemaah di Indonesia terpaksa batal berangkat akibat ketidakpastian jadwal penerbangan asing.