3 September 2026 16:59
Pati: Sungai Juwana di Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengering akibat musim kemarau. Kondisi ini membuat jutaan ikan sapu-sapu terdampar sehingga warga memanennya untuk dijual sebagai bahan baku pakan ikan lele.
Dasar sungai kini terlihat jelas. Lumpur kecokelatan memenuhi dasar sungai, sementara sejumlah tanah mulai merekah akibat kekeringan. Hal ini berawal dari debit air di bendung karet terus menurun hingga akhirnya tidak lagi mengalir ke Sungai Juwana.
Sejumlah warga turun ke sungai untuk mengumpulkan ikan sapu-sapu. Ikan yang terkumpul kemudian dijual ke tempat pengolahan untuk dijadikan tepung ikan sebagai bahan baku pakan atau pelet lele.
“Dikirim ke PT buat pelet (pakan ikan lele), tepung ikan,” kata Saipul, warga setempat, dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Kamis 3 September 2026.
Menurut Saipul, ikan sapu-sapu dijual dengan harga sekitar Rp2.000 hingga Rp2.500 per kilogram. Hasil penjualan tersebut menjadi tambahan penghasilan bagi warga.
“ Rp2.500 per kilo. Ada yang Rp2.000,” ujarnya.
Warga menyebut kemunculan ikan sapu-sapu dalam jumlah besar baru terjadi sekitar satu minggu terakhir. Sebelumnya, ikan tersebut memang kerap ditemukan, tetapi jumlahnya hanya sedikit karena kondisi sungai masih memiliki air.
Sulatri, warga lainnya, mengatakan Sungai Juwana mulai surut sekitar dua minggu lalu. Kondisi tersebut terjadi setelah kemarau berlangsung selama sekitar empat bulan tanpa hujan.
“Dulu-dulu ada, tapi sedikit-sedikit. Sebab airnya kan masih ada terus. Ini sekarang asat, timbul sebanyak ini,” kata Sulatri.
Selain memanfaatkannya untuk dijual, warga juga mengangkat ikan yang sudah mati dari dasar sungai. Langkah tersebut dilakukan agar bangkai ikan tidak menumpuk dan membusuk di sungai.