2 September 2026 10:47
Deli Serdang: Erupsi Gunung Sinabung berdampak pada operasional penerbangan di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatra Utara. Hingga Selasa sore, sebanyak 72 penerbangan terdampak akibat debu vulkanik yang terbawa angin ke arah bandara.
Berdasarkan data PT Angkasa Pura, sebanyak 55 penerbangan dibatalkan, enam penerbangan mengalami penjadwalan ulang, dan 11 penerbangan mengalami keterlambatan.
Manager of Corporate Affairs PT Angkasa Pura Mohamad Hikmat Hidayat mengatakan data tersebut merupakan kondisi penerbangan hingga pukul 16.00 WIB.
"Yang mengalami pembatalan sejumlah 55. Yang mengalami re-time atau penjadwalan ulang itu sejumlah enam penerbangan. Kemudian yang mengalami delay itu sejumlah 11 penerbangan," ujar Hikmat dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Rabu 2 September 2026.
Penerbangan yang dibatalkan akan dijadwalkan kembali dengan mempertimbangkan kondisi dan kesiapan masing-masing maskapai. Sementara penerbangan yang mengalami re-time akan diatur ulang waktu keberangkatannya.
Pihak Bandara Kualanamu terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Sinabung, kondisi cuaca, serta situasi ruang udara di sekitar bandara.
Informasi mengenai kondisi penerbangan juga disampaikan secara real-time melalui media sosial untuk membantu calon penumpang mendapatkan informasi terbaru.
Meski sempat terdampak erupsi, operasional penerbangan di Bandara Kualanamu kembali berjalan normal pada Selasa sore setelah diterbitkannya NOTAM pencabutan No-Ops (Not Operasional) dari AirNav Indonesia.
Sejumlah penerbangan juga mulai kembali beroperasi, di antaranya penerbangan menuju Jeddah, Arab Saudi, serta penerbangan Garuda Indonesia menuju Jakarta.
Gunung Sinabung sendiri mengalami peningkatan aktivitas sejak Senin 31 Agustus 2026 dan statusnya kembali dinaikkan menjadi Level III atau Siaga pada Selasa.