6 November 2025 19:59
Jakarta: Setiap tanggal 10 November, Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Hari ini ditetapkan bukan tanpa alasan, melainkan untuk mengenang dan menghormati peristiwa berdarah di Surabaya tahun 1945. Hari Pahlawan adalah momentum refleksi nasional yang menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia dicapai melalui pengorbanan jiwa dan raga.
Penetapan Hari Pahlawan berakar dari pertempuran paling heroik yang terjadi setelah proklamasi kemerdekaan. Setelah Sekutu (AFNEI) mendarat di Surabaya pada akhir Oktober 1945 dengan diboncengi Belanda (NICA), terjadi insiden pengibaran bendera Belanda di Hotel Yamato. Rakyat Surabaya merobek bendera tersebut, memicu ketegangan yang memuncak dengan tewasnya Brigadir Jenderal AWS Mallaby, Komandan pasukan Sekutu, pada 30 Oktober 1945.
Pengganti Mallaby, Mayor Jenderal Mansergh kemudian mengeluarkan ultimatum keras, yaitu seluruh pimpinan dan rakyat Surabaya harus menyerahkan senjata pada 10 November 1945 pukul 06.00 pagi, atau kota akan dihancurkan. Ultimatum ini direspons dengan seruan "Merdeka atau Mati" yang dikobarkan oleh tokoh-tokoh pergerakan, seperti Bung Tomo. Tepat 10 November 1945, Surabaya diserang besar-besaran dari darat, laut, dan udara selama tiga minggu, mengakibatkan ribuan korban jiwa di pihak rakyat.