Jakarta: Eropa tengah dilanda gelombang panas ekstrem dengan suhu yang di sejumlah wilayah menembus 40 derajat Celsius. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga dilaporkan menyebabkan puluhan korban jiwa. Di balik cuaca yang menyengat ini, para ahli menyoroti fenomena atmosfer bernama Omega Block sebagai salah satu pemicunya.
Apa Itu Omega Block?
Omega Block adalah
pola cuaca yang terjadi ketika area bertekanan udara tinggi terjebak di atas suatu wilayah dan diapit oleh dua sistem tekanan udara rendah di sisi barat dan timurnya. Pola tersebut membuat aliran jet stream membentuk huruf Yunani, yaitu Omega (?), sehingga dikenal sebagai
Omega Block.
Dalam kondisi normal, jet stream terus bergerak dan membantu membawa massa udara yang lebih sejuk. Namun ketika
Omega Block terbentuk, aliran tersebut melambat atau bahkan terhenti sehingga
pola cuaca menjadi stagnan selama beberapa hari hingga beberapa pekan.
Mengapa Bisa Menyebabkan Gelombang Panas?
Saat
Omega Block terjadi, udara sejuk dari Samudra Atlantik sulit masuk ke wilayah Eropa. Sebaliknya, udara panas dari Afrika Utara dan Gurun Sahara terus mengalir ke kawasan tersebut.
Tekanan udara tinggi juga berfungsi layaknya "tutup panci" yang memerangkap panas di dekat permukaan bumi. Akibatnya, langit tetap cerah, pembentukan awan berkurang, sinar matahari terus menyinari permukaan, dan suhu udara meningkat secara signifikan selama berhari-hari.
Perubahan Iklim Memperparah Dampaknya
Omega Block merupakan fenomena alam yang memang dapat terjadi secara alami. Namun, para ilmuwan menilai perubahan iklim membuat dampaknya menjadi jauh lebih ekstrem.
Berdasarkan penelitian kolaborasi
World Weather Attribution (WWA) dan sejumlah lembaga iklim internasional, pemanasan global akibat aktivitas manusia membuat suhu saat gelombang panas di Eropa menjadi sekitar 2 hingga 4 derajat Celsius lebih tinggi dibandingkan kondisi tanpa perubahan iklim. Penelitian tersebut juga menyebut gelombang panas ekstrem seperti ini diperkirakan sekitar 150 kali lebih kecil kemungkinannya terjadi tanpa pengaruh pemanasan global.
Mengapa Fenomena Ini Penting Dipahami?
Gelombang panas bukan sekadar membuat cuaca terasa lebih terik. Suhu ekstrem dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, memicu kebakaran hutan, mengganggu pasokan listrik, hingga berdampak pada sektor pertanian dan ketersediaan air.
Nah, fenomena
Omega Block menunjukkan bahwa pola cuaca alami dapat menjadi jauh lebih berbahaya ketika diperkuat oleh perubahan iklim. Karena itu, memahami penyebab cuaca ekstrem menjadi langkah penting agar masyarakat dan pemerintah dapat lebih siap menghadapi dampaknya di masa mendatang.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Muhammad Fauzan)