Aksi massa berujung perusakan dan pembakaran terjadi di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Mesuji, Lampung. Amuk warga ini dipicu oleh kekesalan terhadap pengasuh pondok pesantren (ponpes) yang diduga melakukan tindak asusila terhadap belasan santrinya. Meski situasi mulai terkendali, sejumlah personel kepolisian masih disiagakan di lokasi kejadian.
Massa yang tersulut emosi melampiaskan kemarahannya dengan merusak gedung sekolah hingga membakar rumah dan fasilitas Pondok Pesantren Nurul Jalid di Desa Tanjung Mas Jaya, Kecamatan Mesuji Timur, Lampung.
Aksi ini merupakan puncak kekesalan warga terhadap pengasuh sekaligus pemilik pondok pesantren berinisial MFS yang diduga melakukan
tindak asusila terhadap belasan santrinya. Sebelumnya, warga dan pihak pengasuh sempat mencapai kesepakatan agar pelaku meninggalkan kampung tersebut. Namun karena tidak diindahkan, warga akhirnya bertindak anarkis.
“Info yang saya terima, bahwa beliau ini Pak Muhammad Fajar Sodik ini dulu pada saat memimpin ponpes ini pernah melakukan perbuatan yang tidak pantas. Sehingga masyarakat itu meminta pondok ini untuk ditutup, dan Pak Muhammad Fajar Sodik ini untuk diminta keluar dari desa ini.” kata Sekda Kabupaten Mesuji, Budiman Jaya, dikutip dari tayangan
Metro Pagi Primetime, Metro TV, Senin, 11 Mei 2026.
Saat ini area pondok pesantren telah dipasang garis polisi untuk kepentingan
penyelidikan. Kasus dugaan asusila ini kini tengah dalam penanganan intensif Satreskrim Polres Mesuji. Polisi juga masih berjaga di lokasi untuk mengantisipasi adanya aksi susulan.