17 June 2026 20:13
Hanya berjarak tiga kilometer dari pusat kota kecamatan, sebuah pemukiman di Kabupaten Asahan, Sumatra Utara, seolah terlupakan oleh waktu. Dusun 8, Desa Pertahanan, Kecamatan Sei Kepayang, kini dijuluki sebagai ;kampung hantu' bukan karena mistis, melainkan karena kondisinya yang terisolasi dan gelap gulita tanpa aliran listrik selama puluhan tahun.
Meski dihuni oleh sekitar 120 jiwa, kehidupan di dusun ini terasa seperti terhenti di masa silam. Akses jalan menuju kampung rusak parah, membuat kendaraan roda empat mustahil melintas. Ketika malam tiba, sunyi dan gelap langsung menyergap. Warga hanya mengandalkan lampu teplok atau lampu colok sebagai satu-satunya sumber cahaya.
Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam bagi para penghuninya, salah satunya Nazaruddin Nasution. Di usianya yang senja, ia mengaku hanya memiliki satu keinginan sederhana sebelum tutup usia, menikmati terangnya lampu listrik di rumahnya sendiri.
"Mengharap betul semasa hidup saya karena saya sempat di hari tua sampai begini tak pernah menikmati lampu macam orang. Beginilah lampu coloklah begini, senantiasa. Itulah. Jadi macamanalah ketika saya sempat hendaknya sebegitu begini tua saya menikmati walaupun sebentar lampu itu lagi yang saya nikmati," ujar Nazaruddin dalam tayangan Prioritas Indonesia Metro TV, Rabu 17 Juni 2026.
Ketertinggalan infrastruktur ini tidak hanya berdampak pada pencahayaan, tetapi juga melumpuhkan ekonomi dan kenyamanan warga. Di dusun yang menjadi penghasil kelapa dan sawit ini, pemandangan rumah berdinding papan dan beralaskan tanah adalah hal lumrah. Tak ada televisi, mesin penanak nasi, apalagi lemari es. Rasa putus asa bahkan membuat sebagian warga memilih pindah ke daerah lain demi kehidupan yang lebih layak.
Kepala Dusun 8, Nazar Mulyono, mengungkapkan rasa irinya terhadap dusun tetangga yang sudah lama terang benderang. Ia menyebut pihak desa sudah berulang kali memohon kepada PLN, namun selama bertahun-tahun hanya janji yang mereka terima.
"Kepada Bapak Presiden Prabowo, kami mohon supaya kami diberi listrik. Kami tidak jauh dari pusat kota kecamatan, hanya sekitar 3 kilometer. Pihak PLN sudah berjanji berkali-kali, katanya tahun depan atau bulan depan, tapi sampai sekarang tidak ada," tegas Mulyono.