KSAD Siapkan Satuan Zeni dan Medis untuk Misi Board of Peace

10 February 2026 22:18

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengatakan TNI AD mulai menyiapkan personel untuk rencana pengiriman pasukan Board of Peace di wilayah konflik, seperti Gaza, Palestina. Proses koordinasi terkait penugasan pasukan perdamaian masih terus berjalan.

Maruli menegaskan bahwa persiapan pasukannya kini difokuskan pada unit dengan spesifikasi kemampuan khusus yakni Satuan Zeni (konstruksi dan penjinak bahan peledak) dan Satuan Kesehatan (medis).

Menurut Jenderal Maruli, meskipun keputusan final mengenai lokasi dan pengerahan pasukan berada di tangan Mabes TNI dan pemerintah pusat, TNI AD tidak tinggal diam. Proses pembinaan dan pelatihan bagi personel dengan kualifikasi bantuan kemanusiaan sudah berjalan.

"Persiapannya sudah dilakukan ya. Jalan kita sudah mulai berlatih orang-orang yang kemungkinan nanti kan jadi (pasukan) perdamaian. Jadi Zeni, Kesehatan, yang seperti-seperti itu kami siapkan," ujar Maruli usai menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 9 Februari 2026.
 

Baca juga:
Menakar Untung-Rugi Indonesia Masuk Board of Peace

Penyiapan Satuan Zeni dan Kesehatan dinilai paling relevan dengan kebutuhan di wilayah konflik seperti Gaza yang mengalami kerusakan infrastruktur parah dan krisis kemanusiaan.

Siap Kirim Satu Brigade

Terkait jumlah kekuatan, Maruli menyebut angka estimasi yang cukup besar. TNI AD siap mengirimkan pasukan hingga skala satu brigade jika negara membutuhkan.

"Bisa satu brigade, 5.000 sampai 8.000 (personel) mungkin. Tapi masih bernego semua, belum pasti. Jadi, belum ada kepastian angka sampai sekarang," jelas Jenderal bintang empat tersebut.

Saat ini, TNI AD masih menunggu arahan resmi dari pihak yang mengoordinasikan misi di Gaza yang akan diteruskan ke Markas Besar TNI. Maruli menekankan bahwa posisinya adalah menyiapkan kesiapan tempur dan kemanusiaan prajurit, sementara keputusan strategis pengiriman tetap mengikuti alur komando dari Mabes TNI dan Kementerian Pertahanan.

"Kalau kami hanya penyiapan pasukannya saja. Lebih baik bertanya ke Mabes TNI biar lebih jelas," tutupnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)