15 Ribu Nakes di Aceh Mulai Divaksin Campak

22 April 2026 15:41

Banda Aceh: Pemerintah Aceh melalui Dinas Kesehatan mulai melaksanakan program imunisasi campak bagi tenaga kesehatan di seluruh wilayah. Program ini menyasar sekitar 15.125 tenaga kesehatan dan dokter, termasuk dokter internship, guna menekan risiko penularan penyakit di fasilitas layanan kesehatan.

Pelaksanaan vaksinasi perdana dilakukan di Aula Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin, Banda Aceh. Langkah ini diambil menyusul tingginya risiko penularan campak di Aceh, khususnya di kalangan tenaga medis yang berinteraksi langsung dengan pasien setiap hari.
 



Bahkan, sebelumnya sempat dilaporkan adanya kasus campak yang menimpa dokter internship hingga berujung fatal. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar penting pelaksanaan program imunisasi bagi tenaga kesehatan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, mengatakan program ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan nasional yang diterapkan di 14 provinsi dengan angka kasus campak tertinggi, termasuk Aceh.

“Ini tindak lanjut dari surat edaran Kementerian Kesehatan bahwa seluruh tenaga kesehatan, baik di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan tingkat pertama, wajib mendapatkan imunisasi campak rubella,” ujar Ferdiyus.

Ia menegaskan, vaksinasi ini penting untuk melindungi tenaga kesehatan yang termasuk kelompok rentan karena intensitas kontak yang tinggi dengan pasien.

“Tenaga kesehatan berinteraksi dengan pasien hingga sekitar delapan jam setiap hari. Dengan imunisasi, diharapkan mereka terlindungi dan dapat mencegah penularan penyakit di lingkungan pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Selain melindungi diri, tenaga kesehatan juga diharapkan dapat berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat terkait pentingnya imunisasi untuk mencegah penyakit menular.

Pemerintah berharap, melalui program ini, penularan campak di fasilitas kesehatan dapat ditekan, sekaligus meningkatkan keselamatan tenaga medis dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)