Kementan Perkuat Ketahanan Pangan Nasional dengan Program Cetak Sawah Rakyat

22 April 2026 09:38

Kementerian Pertanian terus berupaya memperkuat ketahanan pangan nasional, salah satunya dengan mengakselerasi program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di berbagai wilayah di Indonesia. Gerakan tanam serempak dilakukan secara serentak di 16 provinsi di Indonesia melalui sambungan daring ini bukan sekadar seremonial, namun program ini juga merupakan langkah konkret demi tercapainya swasembada padi berkelanjutan.

“Agenda hari ini di Batanghari kita lakukan secara online ya secara serempak di 16 provinsi menanam atau hari nanam di hari ini di 16 provinsi di mana ada cetak sawah rakyat di situ.” kata Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, dikutip dari tayangan Metro Pagi Primetime, Metro TV, Rabu, 22 April 2026.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono didampingi Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Idha Widi Arsanti hadir langsung di Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Jambi, pada Selasa siang. Kehadiran jajaran Kementan ini untuk mengawal langsung implementasi program CSR. 
 

Baca juga: Wamentan Sudaryono Pastikan Stok Beras Nasional Aman


Program CSR ini merupakan langkah konkret Kementerian Pertanian dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan cetak sawah rakyat guna memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung tercapainya swasembada padi berkelanjutan. Selain itu, percepatan tanam juga menjadi strategi antisipasi terhadap dampak perubahan iklim termasuk potensi El Nino yang dapat mempengaruhi produksi pangan.

Gerakan ini diikuti secara serentak oleh 16 provinsi di Indonesia melalui sambungan virtual. Di wilayah Jambi sendiri target pengembangan lahan CSR mencapai 5.000 hektar pada tahun ini.

“Totalnya 5.000 dan ini akan kita teruskan karena memang kita ada faktor cuaca kalau pertanian itu ya jadi mumpung cuaca lagi bagus kita percepat tanam ya menanam lebih banyak panen lebih banyak dan nanam lebih cepat panennya juga lebih cepat begitu ya.” ucapnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)