19 January 2026 22:12
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di SMP Negeri 4 Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terpaksa dihentikan sementara pada Senin 19 Januari 2026. Pihak sekolah memutuskan mengalihkan seluruh aktivitas pembelajaran menjadi daring (online) setelah gedung sekolah terendam banjir cukup parah.
Banjir diketahui telah merendam hampir seluruh area sekolah sejak Minggu kemarin, menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah Bekasi tanpa henti sejak Sabtu malam.
Ketinggian air di lingkungan sekolah bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga titik terdalam mencapai 1 meter. Kondisi ini dinilai membahayakan keselamatan siswa dan guru jika aktivitas di sekolah tetap dipaksakan.
Kepala SMPN 4 Cikarang Barat, Deary Ratnaningsih menjelaskan, keputusan pengalihan ke pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini diambil berdasarkan Surat Edaran Dinas Pendidikan setempat serta pertimbangan keselamatan warga sekolah. Mengingat debit air masih cukup tinggi, terutama di area sekitar ruang Kelas 9.9.
"Kami ingin meminimalisasi risiko jika terjadi hal yang tidak diinginkan, apalagi debit airnya juga masih lumayan tinggi. Terutama di bagian ujung sana, dekat kelas 9.9," ujar Deary.
Mengenai mekanisme kehadiran guru, sekolah menerapkan kebijakan fleksibel. Guru yang rumahnya turut terdampak banjir diizinkan bekerja dari rumah (Work From Home), sementara guru yang tidak terdampak tetap diminta hadir ke sekolah untuk memantau pembelajaran daring.
"Kami memutuskan, bagi guru yang terdampak banjir diperbolehkan WFH. Sementara yang tidak terdampak, tetap masuk. Untuk murid, seluruhnya belajar daring di rumah," tambahnya.
(Farouq Faza Bagjawan Alnanto)