51 Balita di Bandar Lampung Suspek Campak

1 April 2026 17:22

Bandar Lampung: Pemerintah Kota Bandar Lampung bergerak taktis melakukan langkah antisipasi menyusul peningkatan temuan kasus suspek campak di berbagai wilayah. Langkah ini merupakan tindak lanjut langsung atas instruksi pusat dan provinsi guna mencegah terjadinya kejadian luar biasa (KLB) di tingkat kota.

Berdasarkan data terkini dari 31 Puskesmas yang tersebar di Kota Bandar Lampung, tercatat sedikitnya 51 kasus suspek campak pada balita. Sementara itu, laporan dari sejumlah rumah sakit pemerintah dan swasta menunjukkan angka yang lebih masif, yakni mencapai total 169 kasus suspek, meskipun belum seluruhnya terkonfirmasi sebagai warga asli Bandar Lampung.

Penyebab Lonjakan: Rendahnya Imunisasi & Mobilitas Tinggi

Dinas Kesehatan setempat mengidentifikasi bahwa peningkatan kasus ini dipicu oleh beberapa faktor krusial. Selain cakupan imunisasi yang belum mencapai target optimal, menurunnya kewaspadaan masyarakat terhadap protokol kesehatan pasca-pandemi dinilai menjadi celah bagi virus campak untuk kembali merebak.

Faktor mobilitas masyarakat yang tinggi di awal 2026 ini juga turut mempercepat laju penyebaran penyakit, terutama di wilayah-wilayah padat penduduk yang menjadi titik pertemuan antarwarga.

Baca Juga: Imunisasi Rendah, Kasus Suspek Campak di Bandar Lampung Naik

Strategi Jemput Bola dan Peran Kader PKK

Guna memutus rantai penularan, Pemkot Bandar Lampung memastikan setiap kasus suspek mendapatkan penanganan medis secara cepat di tingkat Puskesmas. Tak hanya penanganan klinis, pemerintah juga mengerahkan Tim Penggerak PKK dan kader Posyandu untuk memberikan edukasi langsung ke rumah-rumah warga.

Salah satu kebijakan utama yang diambil adalah sistem "Jemput Bola". Petugas kesehatan kini diterjunkan langsung ke lapangan untuk menyisir balita yang belum mendapatkan vaksinasi campak lengkap.

(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)