Nasib Suwarno, Lansia Difabel Masuk Desil 10

31 August 2026 14:19

Seorang lansia berusia 70 tahun di Kota Yogyakarta harus kehilangan akses bantuan sosial yang selama ini membantu memenuhi kebutuhan hidupnya. Penyebabnya data pemerintah menempatkan dirinya dalam kategori masyarakat paling mampu secara ekonomi. Padahal di usia senja dan dengan keterbatasan fisik, ia hanya bertahan hidup dari uang pensiun yang pas-pasan.

Di sebuah rumah sederhana di Kampung Jogoyudan, Kelurahan Gowongan, Kota Yogyakarta, Suwarno menjalani hari-harinya dalam kesunyian. Di usianya yang telah mencapai 70 tahun, pria penyandang disabilitas ini harus menjalani masa tua dengan berbagai keterbatasan, baik fisik maupun ekonomi.

Kesulitan yang dihadapi Suwarno kian bertambah setelah bantuan sosial yang selama ini menjadi penopang kebutuhan hidupnya tiba-tiba dihentikan sejak April tahun lalu. Penyebabnya adalah hasil pendataan sosial pemerintah yang menempatkan Suwarno pada desil 10, yaitu kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.
 



Status tersebut membuatnya dinilai tidak lagi layak menerima bantuan sosial. Padahal realitas yang dijalani mantan pustakawan Universitas Islam Indonesia yang pensiun sejak tahun 2011 itu jauh dari gambaran masyarakat mampu. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Suwarno hanya mengandalkan uang pensiun sekitar Rp900.000 per bulannya.

“Jawabnya asal tiap tiap tiga bulan sekali katakanlah PKH-nya turun ya kita cek di bank. Tiap tiga bulan cuma 600.000. Artinya satu bulan itu cuma dapet 200 ribu, buat belanja zaman sekarang itu dapet apa?” ucap lansia pensiunan, Suwarno, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Senin, 31 Agustus 2026.

Hidup sebatang kara sejak sang istri meninggal dunia pada tahun 2010, Suwarno sebenarnya tak tinggal diam. Ia sempat mendatangi kantor kelurahan hingga kapanewon untuk mencari kejelasan mengenai status data dirinya. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil. Hingga kini nama Suwarno masih tercatat dalam kategori desil 10, sehingga belum dapat kembali menerima bantuan sosial yang sangat dibutuhkannya.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X