Hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan telah menyebar dan melanda sejumlah wilayah melintasi selat, di antaranya Kabupaten Pandeglang, Banten, hingga Kota Bandar Lampung.
Di Kabupaten Pandeglang, warga mulai merasakan turunnya hujan debu vulkanik sejak sore hingga malam hari. Berdasarkan rekaman video amatir warga, butiran abu terlihat mengotori halaman, menempel di lantai rumah, hingga menutupi permukaan kendaraan.
Fenomena yang tak biasa ini membuat warga sekitar terkejut, terutama saat merasakan langsung butiran debu ketika beraktivitas di luar ruangan.
Hujan Abu di Lampung
Kondisi serupa juga terpantau di Kota Bandar Lampung dan sekitarnya. Guyuran hujan abu tipis terlihat bertebaran di area permukiman warga hingga ke ruas-ruas jalan raya.
Paparan debu vulkanik ini mulai memicu keluhan kesehatan. Sejumlah warga mengaku merasakan gatal pada area mata dan tenggorokan. Selain itu, para pengguna jalan juga mengeluhkan terganggunya jarak pandang saat berkendara akibat pekatnya partikel debu di udara.
Sebagai langkah antisipasi terhadap pencemaran udara yang lebih parah, warga di kedua wilayah terdampak mulai membatasi mobilitas dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Masyarakat juga diimbau mulai mengenakan masker pelindung guna mencegah infeksi saluran pernapasan akibat paparan abu vulkanik.