4 September 2026 12:12
Jakarta: Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra meminta masyarakat tidak terprovokasi buntut kericuhan pascademonstrasi di Jakarta pada 27 Agustus lalu.
Yusril mengatakan belum ada kesimpulan mengenai pihak yang bertanggung jawab atas meninggalnya Bambang Setyawan, penjual kaca, dan penganiayaan terhadap pelajar Faturrahman.
Menurut Yusril, aparat penegak hukum masih melakukan penyelidikan terhadap kedua peristiwa tersebut. Masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terbukti kebenarannya.
"Sementara ini kita tidak bisa menyalahkan siapa-siapa, baik perorangan maupun organisasi karena proses penyelidikan belum selesai," kata Yusril dalam tayangan Headline News Metro TV, Jumat 4 September 2026.
Yusril menegaskan penetapan tersangka harus berdasarkan bukti permulaan yang cukup. Karena itu, proses hukum sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum.
"Saya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan-penyidikan. Dan nanti kalau ada bukti permulaan yang cukup, silakan ditetapkan siapa yang menjadi tersangka," ujarnya.
Yusril juga mengingatkan masyarakat agar tidak terpengaruh informasi di media sosial yang telah diputarbalikkan. Ia menyebut terdapat foto dirinya yang disertai tulisan yang bukan dibuat olehnya.
“Ada foto saya terus ada tulisan nggak tahu siapa yang nulis, bukan saya yang nulis itu. Penulisannya itu seperti itu, antara lain misalnya mengatakan bahwa bubarkan itu, bubarkan ini,” katanya.
Di sisi lain, Yusril meminta organisasi kemasyarakatan bertindak sesuai koridor hukum, menghormati kemajemukan, dan menggunakan cara-cara damai dalam menjalankan kegiatan.
"Saya tentu tidak setuju kalau ada ormas melakukan tindak kekerasan," tegas Yusril.