Iran Kutuk Keras Serangan Agresor AS-Saudi ke Irak, Sebut Pelanggaran Kedaulatan

30 July 2026 20:53

Pemerintah Republik Islam Iran mengutuk serangan gabungan agresor Amerika Serikat dan Arab Saudi yang menyasar gerakan perlawanan anti-teror di Irak. Serangan itu merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Irak dan merupakan upaya yang disengaja oleh Amerika Serikat dan Zionis Israel untuk memperluas agresi mereka di kawasan.

Kamera pengawas merekam saat ledakan terjadi hari Rabu waktu setempat ketika agresor Amerika Serikat dan Arab Saudi menyerang markas unit mobilisasi populer Irak atau PMF yang juga dikenal sebagai Hashd al-Sha'abi, sebuah koalisi kelompok perlawanan anti-teror. Serangan itu membunuh dan melukai beberapa orang. 
 



Gerakan perlawanan Ansarullah Yaman juga mengecam agresi pengecut Amerika Serikat dan Saudi yang melanggar kedaulatan Irak dan hukum internasional. Ansarullah menyatakan serangan itu mencerminkan hegemoni yang terus berlanjut dari Amerika Serikat dan Arab Saudi terhadap negara-negara di kawasan Asia Barat demi melayani kepentingan proyek zionis.

Sementara itu, dampak dari serangan udara Amerika Serikat-Arab Saudi terlihat di provinsi Ninveh Irak Utara. Bangunan dan kendaraan hancur dengan puing-puing dan reruntuhan berserakan di lokasi kejadian. Serangan itu merenggut nyawa sedikitnya 20 pejuang dan melukai 32 lainnya. 

Koalisi anti-teror di Irak PMF berjanji untuk membalas tindakan kejahatan Amerika Serikat. Gerakan perlawanan Irak juga memperingatkan pembalasan dapat meluas ke aset militer agresor Amerika Serikat di Arab Saudi.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X