Kemarau Panjang, Petani di Desa Cibenda Kesulitan Mengairi Sawah

5 August 2026 13:47

Musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia mulai membawa dampak serius bagi masyarakat. Di Jawa Barat, ancaman gagal panen menghantui para petani akibat sawah yang mengering, sementara di Jawa Tengah, ribuan warga mengalami krisis air bersih.

Di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, dampak kemarau sangat dirasakan oleh para petani di Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor. Sejak dua bulan terakhir, mereka kesulitan mendapatkan pasokan air untuk mengairi lahan pertanian.

Akibatnya, banyak lahan sawah yang mengering hingga tanahnya retak dan mengeras. Keterbatasan air ini membuat hasil panen berkurang drastis dan memicu kerugian bagi para petani.
 


Emin, salah seorang petani setempat, menuturkan bahwa kondisi ini sangat menyulitkan warga yang bergantung pada sektor pertanian. "Sudah sekitar dua bulan air susah di sini. Untuk mengairi sawah, kami hanya mengandalkan air seadanya," keluh Emin dikutip dari Metro Siang, Metro TV, Rabu 5 Agustus 2026.

Para petani sangat berharap pemerintah daerah dapat turun tangan dengan membangun fasilitas sumur bor di sekitar area persawahan.

Krisis Air Bersih di Grobogan Terus Meluas

Sementara itu, krisis air bersih akibat kekeringan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan terus meluas hingga 43 desa yang tersebar di 12 kecamatan. Ribuan kepala keluarga kini hanya bisa mengandalkan pasokan bantuan dari pemerintah dan lembaga terkait.

Sejak awal Juli, Palang Merah Indonesia (PMI) setempat rutin menyalurkan bantuan air bersih. Namun, meluasnya daerah terdampak membuat PMI Grobogan mulai kewalahan, terlebih armada mobil tangki yang mereka miliki sangat terbatas.

Koordinator Relawan PMI Grobogan, Gesit, menyampaikan bahwa fasilitas yang ada saat ini belum sebanding dengan luasnya wilayah terdampak. "Kami rasa dua armada dari PMI ini masih kurang, mengingat luasnya wilayah dan warga yang terdampak. Harapan kami, armada bisa ditambah," ujar Gesit.

"Kami mengimbau kepada masyarakat atau kepala desa di wilayah kekeringan untuk menyediakan tampungan terpal. Tujuannya agar proses distribusi bisa lebih cepat, efisien, dan tidak banyak air yang terbuang," tambahnya.

Sejauh ini, PMI Grobogan mencatat telah mendistribusikan lebih dari 200 ribu liter air bersih yang disalurkan kepada 1.430 kepala keluarga. PMI juga berharap seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait dapat berkolaborasi membantu mengatasi krisis air di wilayah tersebut.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X