Kabut Asap Pekat Selimuti Sampit, Warga Keluhkan Mata Perih dan Sesak Napas

5 August 2026 11:33

Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, kian memprihatinkan. Kabut asap pekat disertai bau menyengat kini menyelimuti Kota Sampit, bahkan pekatnya asap turut menutupi alur perairan Sungai Mentaya.

Kondisi tersebut sangat mengganggu aktivitas warga, terutama pada pagi hari. Di beberapa titik ruas jalan dalam Kota Sampit, jarak pandang dilaporkan menurun drastis dan hanya terbatas pada 100 hingga 200 meter.

Selain membatasi jarak pandang, paparan kabut asap ini juga memicu masalah kesehatan. Warga mengeluhkan aroma yang menyengat, mata terasa perih, hingga ketidaknyamanan saat bernapas.
 


Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, indikator kualitas udara di wilayah tersebut kini telah menunjukkan kategori berbahaya. Merespons hal ini, pemerintah mengimbau masyarakat untuk disiplin menggunakan masker dan meminimalisasi aktivitas di luar ruangan.

Alfianoor, salah seorang warga Sampit, menuturkan bahwa kondisi kabut asap saat ini jauh lebih parah dibandingkan hari-hari sebelumnya.

"Asapnya sangat tebal. Kemarin waktu kami berolahraga tidak sepekat ini asapnya. Sekarang mata terasa perih dan bernapas pun agak sakit karena baunya," keluh Alfianoor.

Melihat indikator udara yang semakin tidak sehat, Alfianoor berharap pemerintah segera mengambil langkah preventif untuk melindungi kelompok rentan, terutama anak-anak. "Sebagai orang tua, saya meminta kepada pemerintah daerah untuk sementara waktu meliburkan anak-anak sekolah," ujarnya.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X