Puskesmas Menteng, Kota Palangkaraya. ANTARA/Rendhik Andika
Dinkes Palangkaraya Siagakan Seluruh Puskesmas Hadapi Dampak Karhutla
Whisnu Mardiansyah • 4 August 2026 18:06
Palangkaraya: Pemerintah Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, mengaktifkan seluruh puskesmas guna menekan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan warga. Langkah ini diambil menyusul penurunan kualitas udara akibat kabut asap yang semakin pekat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangkaraya, Riduan, menyatakan semua fasilitas layanan kesehatan primer telah disiagakan. Ini mencakup empat puskesmas induk dan 43 puskesmas pembantu (pustu) agar masyarakat tetap mendapat akses layanan kesehatan selama musim kabut asap.
"Seluruh puskesmas sudah kami siagakan, termasuk empat puskesmas induk dan 43 puskesmas pembantu (pustu), agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara optimal selama terjadi kabut asap," katanya di Palangkaraya, seperti dilansir Antara, Selasa, 4 Agustus 2026.
Selain menyiagakan fasilitas kesehatan, Dinas Kesehatan juga telah menyalurkan masker ke seluruh puskesmas untuk dibagikan gratis kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, lansia, dan pasien yang datang berobat.
Riduan mengingatkan kabut asap dari karhutla bisa memicu gangguan pernapasan, terutama ISPA. Untuk itu, warga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara masuk kategori tidak sehat.
"Jika tidak ada kepentingan mendesak, sebaiknya aktivitas di luar rumah dikurangi. Namun apabila harus beraktivitas di luar, gunakan masker dengan benar sebagai perlindungan dari paparan asap," katanya.
Ia juga menyarankan masyarakat menjaga daya tahan tubuh dengan pola makan sehat, perbanyak minum air putih, cukup istirahat, serta asupan vitamin yang cukup selama musim kabut asap.
.jpg)
Ilustrasi-Pemadaman kebakaran semak belukar dan limbah kain di kawasan Gunung Paseban, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (istimewa).
Masyarakat juga diimbau tidak menyepelekan gejala awal gangguan pernapasan seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, atau napas sesak. Deteksi dini dianggap penting agar penanganan medis bisa segera dilakukan dan kondisi tidak bertambah parah.
Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya terus memantau perkembangan kasus penyakit terkait kabut asap, terutama ISPA, melalui koordinasi rutin dengan seluruh puskesmas. Langkah ini untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal dan respons cepat jika terjadi lonjakan kasus akibat karhutla.