BPBD Probolinggo Siaga Cegah Kebakaran Hutan Gunung Bromo Meluas

Tim BPBD Probolinggo memantau lokasi karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dari Bukit Sariwani di Probolinggo, Selasa, 4 Agustus 2026. ANTARA/HO-BPBD Probolinggo

BPBD Probolinggo Siaga Cegah Kebakaran Hutan Gunung Bromo Meluas

Silvana Febiari • 4 August 2026 15:50

Probolinggo: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Probolinggo, Jawa Timur, bersiaga mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan di Gunung Bromo. Kebakaran terjadi di Blok Bantengan yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

"Kondisi pagi tadi api menyala lagi, berdasarkan informasi yang kami dapat dari petugas TNBTS," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief, dilansir dari Antara, Selasa, 4 Juli 2026. 

Pihaknya bersama BPBD Jawa Timur, TNI/Polri, masyarakat, dan relawan di bawah koordinasi TNBTS berupaya mencegah kebakaran di Blok Bantengan meluas. Petugas melakukan pemantauan, membuat sekat api, serta menyiapkan peralatan untuk penanganan kebakaran di kawasan tersebut.
 


"Tim juga naik ke Bukit Sariwani di Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, untuk mengantisipasi karhutla yang mengarah ke Probolinggo dengan menggunakan peralatan seadanya," ungkap Oemar.

Sebelumnya Balai Besar TNBTS menutup sebagian akses wisata Gunung Bromo dari pintu masuk Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang serta Senduro di Kabupaten Lumajang akibat kebakaran hutan di Blok Bantengan.

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan keputusan menutup beberapa akses ke Gunung Bromo untuk memaksimalkan upaya pemadaman api. Upaya ini juga dilakukan demi memastikan aspek keselamatan seluruh wisatawan.

"Untuk kelancaran upaya pemadaman titik api serta memperhatikan keamanan pengunjung, maka kunjungan wisata Bromo melalui pintu masuk Jemplang, Coban Trisula, dan Senduro ditutup untuk pengunjung," tuturnya.


Kobaran api yang muncul di Blok Bantengan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Senin, 3 Agustus 2026. ANTARA/HO-Balai Besar TNBTS


Penutupan tiga akses tersebut dilakukan sejak pukul 22.00 WIB, Senin, 3 Agustus 2026, hingga batas waktu yang belum ditentukan. Namun, wisatawan bisa berkunjung ke Gunung Bromo dari Cemoro Lawang di Kabupaten Probolinggo dan Wonokitri di Kabupaten Pasuruan.

Wisatawan hanya diperbolehkan mengakses area Lautan Pasir dan dilarang menuju kawasan Savana karena masih terdampak kebakaran hutan.

(Silvana Febiari)