22 August 2026 16:28
Lampung: Kementerian Pertanian kembali menggelar gerakan tanam padi serempak di 25 provinsi untuk memperkuat produksi pangan nasional dan mendorong swasembada pangan berkelanjutan.
Kegiatan dipusatkan di Desa Mumbang Jaya, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur, dan diikuti secara virtual oleh 24 provinsi lainnya. Dalam gerakan tersebut, pemerintah menargetkan 50 ribu hektare sawah masyarakat dapat ditanami dengan potensi produksi mencapai sedikitnya 500 ribu ton gabah nasional.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti, mengatakan percepatan tanam dilakukan untuk meningkatkan indeks pertanaman sekaligus memperluas areal tanam.
“Tanam padi serempak merupakan langkah strategis untuk menjaga momentum produksi, sekaligus memperkuat fondasi swasembada pangan berkelanjutan,” ujar Idha dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu 22 Agustus 2026.
Idha mengatakan produktivitas padi di lokasi kegiatan saat ini rata-rata mencapai 5,2 ton per hektare. Pemerintah menargetkan produktivitas tersebut dapat ditingkatkan hingga mendekati 6 ton per hektare.
“Harapannya beberapa lokasi-lokasi ini bisa mencapai 10 ton per hektare,” kata Idha.
Berdasarkan realisasi tanam periode Oktober 2025 hingga 19 Agustus 2026, luas tanam pada lokasi optimalisasi lahan (OPLAH) 2024 telah mencapai 605.130,16 hektare dengan indeks pertanaman 1,74.
Sementara itu, OPLAH 2025 telah mencapai 772.939,12 hektare dengan indeks pertanaman 1,76. Adapun lahan cetak sawah rakyat melalui program CSR 2025 telah tertanam seluas 66.157,78 hektare dengan indeks pertanaman 1,12.
Gerakan tanam serempak ini diharapkan dapat mempercepat pemanfaatan lahan yang telah mendapat dukungan pemerintah dan meningkatkan kontribusinya terhadap produksi pangan nasional.