Mentan: Stok Beras untuk Korban Gempa NTT Aman hingga Akhir Tahun

21 August 2026 09:07

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan bahwa stok beras untuk korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) aman hingga satu tahun ke depan. Hal itu dapat dipastikan berdasarkan kalkulasi yang matang.

"InsyaAllah aman, kami hitung ada 34 ribu pengungsi, ya. Kebutuhan berasnya itu dihitung 300 ton per bulan. 300 ton, stok kita di sini 39 ribu ton. Jadi tidak ada masalah. Enam bulan pun, berasnya sampai satu tahun aman. Jadi udah tidak ada masalah. Beras yang paling penting," ujar Amran, dikutip dari tayangan Headline News Metro TV pada Jumat, 21 Agustus 2026. 

Amran juga menyampaikan jika pemerintah bergerak cepat sejak gempa mengguncang NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Langkah tersebut diambil atas perintah Presiden Prabowo Suabianto untuk memastikan kebutuhan korban gempa segera terpenuhi. 

Sementara itu, Amran juga menyampaikan bantuan yang diberikan tidak hanya beras. Ada juga bantuan logistik lainnya, termasuk makanan siap saji. 

"Tadi ada minyak goreng, ini Indomie. Jadi ini ada bantuan dari pemerintah, ada juga secara pribadi. Ada yang kirim Indomie, kirim minyak goreng, ada gula, nah itu bantuan pribadi-pribadi," ujarnya.

Respons setiap keluhan


Dilansir dari Antara, Mentan mengatakan jika pengalaman menghadapi bencana membuatnya memahami kondisi masyarakat yang harus meninggalkan rumah dan bertahan dalam keterbatasan. Karena itu, menurutnya, setiap keluhan sekecil apa pun dari warga harus didengar dan ditangani, bukan dianggap sebagai persoalan sepele.

“Kami harus terima, karena kami secara pribadi pernah mengalami hal serupa. Kami pernah kena bencana, tidur di bawah pohon dan di tenda-tenda kecil,” tuturnya.

Dia juga memastikan Kementerian Pertanian akan terus mengawal bantuan pangan hingga kondisi masyarakat kembali pulih. Dengan stok yang tersedia dan dukungan lintas instansi, pemerintah memastikan tidak boleh ada warga terdampak bencana yang kesulitan memperoleh pangan.

Hingga kini pemerintah telah mengirimkan beras reguler dan non-reguler sebanyak 6.800 ton. Penanganganan logistik terus diupayakan selama masa tanggap darurat gempa NTT dengan tetap mengutamakan kecepatan distribusi agar bantuan dapat segera menjangkau masyarakat yang terdampak. 

(Lutfia Azzahra)

(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X