Tembus Wilayah Terisolir, TNI Kerahkan Armada Tiga Matra Tangani Pascagempa NTT

21 August 2026 20:27

Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto memastikan pendistribusian bantuan logistik ke wilayah terisolir, khususnya Pulau Palue di Kabupaten Sikka, terus dipercepat. Sebanyak 4.788 personel TNI dikerahkan untuk menangani dampak gempa yang melanda enam hingga tujuh kabupaten di Pulau Flores, NTT.

Di Pulau Palue tercatat sekitar 1.000 Kepala Keluarga (KK) atau 3.600 jiwa terdampak gempa. Mengingat tantangan geografis yang berat, TNI mengoptimalkan sinergi tiga matra (darat, laut, dan udara) bersama Polri, Basarnas, dan BNPB.

Mayjen Piek menekankan bahwa jalur udara menjadi kunci utama dalam kecepatan penanganan. Jika jalur laut memakan waktu hingga lima jam, helikopter mampu memangkas waktu secara signifikan baik untuk pengiriman logistik maupun evakuasi medis.
 



“Jalur udara ini adalah satu-satunya cara yang paling cepat. Ini terbukti sehari sebelumnya bahwa ada anggota TNI mengalami luka saat menangani bencana. Kepalanya terluka dan ini kita perlu evakuasi cepat dengan menggunakan helikopter oleh BNPB. Kita dibantu helikopter dan Alhamdulillah saat ini bisa tertangani di Rumah Sakit Maumere. Dan ini saya yakin untuk evakuasi lewat udara itu yang paling efektif dan tercepat," jelas Mayjen Piek dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Jumat, 21 Agustus 2026.

Selain armada udara yang melakukan hingga 50 sorti penerbangan, TNI AL dan TNI AD juga mengirimkan kapal kargo yang difungsikan sebagai rumah sakit terapung menuju Pelabuhan Reo.

Fokus bantuan saat ini meliputi penyediaan air bersih yang dipasok secara berkelanjutan, sembilan bahan pokok (beras, telur, mi instan, susu), serta obat-obatan. Petugas di lapangan juga mulai melakukan pendataan terhadap kerusakan rumah warga dan aset pemerintah untuk tahap rekonstruksi oleh BNPB ke depan.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X