Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat kemarau panjang memicu timbulnya kabut asap pekat di Kota Nabire, Provinsi Papua Tengah. Selain sempat melumpuhkan aktivitas penerbangan di Bandara Douw Aturure, kondisi udara yang memburuk ini juga mengancam kesehatan masyarakat setempat.
Dikutip dari Headline News, Metro TV, Senin 24 Agustus 2026, wilayah Nabire mulai diselimuti kabut asap tebal yang sangat mengganggu aktivitas dan jarak pandang warga dalam tiga hari terakhir. Di sejumlah ruas jalan, jarak pandang dilaporkan memburuk hingga objek pada jarak 50 hingga 70 meter sudah tidak terlihat dengan jelas akibat terhalang pekatnya asap.
Cuaca ekstrem berupa musim kemarau yang telah berlangsung selama berbulan-bulan di Nabire membuat area pepohonan serta semak-semak menjadi sangat kering dan mudah terbakar. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kabut asap yang menyelimuti wilayah ini dipicu oleh kebakaran hutan dengan temuan 113 titik api (hotspot).
Guna mengantisipasi dampak kebakaran yang lebih meluas, tim Pemadam Kebakaran Provinsi Papua Tengah bersama personel TNI dan Polri terus berupaya keras memadamkan kobaran api. Fokus pemadaman saat ini diarahkan ke sejumlah titik yang berdekatan dengan area permukiman warga, di antaranya di Kampung Waroki, Kampung Samabusa, dan kawasan Wanggar di Nabire Barat.
Menyikapi kualitas udara yang kian memburuk, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah langsung bergerak turun ke sejumlah titik jalan raya untuk membagikan masker secara gratis kepada warga. Sedikitnya 60.000 lembar masker telah disiapkan sebagai langkah mitigasi untuk menekan risiko lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Kepala Sub Bagian Program dan Perencanaan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Malik, menjelaskan bahwa pihaknya turun langsung ke jalan agar masyarakat benar-benar menggunakan masker tersebut saat beraktivitas di luar rumah. Langkah proteksi dini ini dinilai sangat krusial agar warga terhindar dari penyakit ISPA di tengah kondisi cuaca yang tidak bersahabat.
Selain mengancam kesehatan warga, dampak kabut asap ini juga sempat menghentikan total operasional penerbangan di Bandara Douw Aturure, Nabire, pada Jumat 21 Agustus 2026 sejak pukul 15.30 WIT. Meski demikian, otoritas bandara memastikan bahwa jarak pandang telah berangsur membaik dan aktivitas penerbangan sudah kembali berjalan normal pada Sabtu. Warga diimbau untuk tetap waspada dan disiplin mengenakan masker pelindung selama kabut asap belum sepenuhnya mereda.