Apa Itu IHSG? Ini Penjelasan Lengkap yang Jarang Dipahami Investor Pemula-Edukasi Ekonomi

Eko Nordiansyah • 3 March 2026 14:18

Jakarta: Setiap hari masyarakat mendengar istilah IHSG dalam pemberitaan ekonomi. Namun, tidak semua benar-benar memahami apa itu IHSG dan mengapa indeks ini begitu penting bagi pasar keuangan Indonesia.

Apa Itu IHSG?

IHSG merupakan singkatan dari Indeks Harga Saham Gabungan. Indeks ini mencerminkan pergerakan harga seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Secara sederhana, IHSG dapat dianalogikan sebagai “rapor besar” pasar saham Indonesia. Ketika mayoritas harga saham mengalami kenaikan, IHSG akan menguat. Sebaliknya, jika sebagian besar saham melemah, IHSG pun ikut turun. Karena itu, IHSG sering digunakan sebagai indikator utama untuk melihat apakah kondisi pasar saham sedang dalam tren positif atau tertekan.
   

Bagaimana Cara Kerja IHSG?

IHSG dihitung berdasarkan metode kapitalisasi pasar (market capitalization weighted). Artinya, saham dengan nilai kapitalisasi pasar yang lebih besar memiliki pengaruh lebih signifikan terhadap pergerakan indeks.

Dengan sistem tersebut:
  • Mayoritas saham menguat = IHSG naik
  • Mayoritas saham melemah =  IHSG turun
Namun perlu dipahami, pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar dapat memberikan dampak lebih besar dibanding saham berkapitalisasi kecil.

Sejarah Singkat IHSG

IHSG pertama kali diperkenalkan pada 1 April 1983 dengan nilai dasar 100 poin. Pada saat itu, pasar saham Indonesia masih dikelola oleh Bursa Efek Jakarta.

Pada 2007, Bursa Efek Jakarta resmi bergabung dengan Bursa Efek Surabaya dan membentuk Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikenal hingga saat ini. Sejak saat itu, IHSG menjadi indeks utama yang mencerminkan kinerja pasar saham nasional.

Fungsi IHSG bagi Investor

IHSG memiliki sejumlah fungsi penting, antara lain:

1. Mengukur sentimen pasar

IHSG mencerminkan kondisi psikologis investor, apakah pasar sedang optimistis atau cenderung berhati-hati.

2. Menjadi acuan produk investasi

Banyak produk investasi seperti reksa dana indeks dan ETF menggunakan IHSG sebagai acuan pergerakan.

3. Benchmark kinerja investasi

Investor dapat membandingkan performa portofolio mereka dengan IHSG untuk menilai apakah hasil investasinya mampu mengungguli pasar.

4. Mengukur risiko dan potensi imbal hasil

Pergerakan IHSG sering menjadi indikator awal terhadap dinamika ekonomi domestik maupun pengaruh sentimen global.
 

IHSG merupakan indikator utama yang menggambarkan performa pasar saham Indonesia. Ketika IHSG menguat, pasar umumnya berada dalam kondisi optimistis. Sebaliknya, pelemahan IHSG bisa mencerminkan adanya tekanan ekonomi atau sentimen negatif dari dalam maupun luar negeri.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)