6 March 2026 23:50
Berbagi kepada sesama melalui zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar kewajiban agama, melainkan sebuah investasi yang menjanjikan keuntungan tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat. Meskipun ibadah ini sangat dianjurkan untuk ditingkatkan selama bulan Ramadan, prinsip dasar 'aq?mus shal?ta wa ?tuz zak?ta' (dirikan salat, tunaikan zakat) sebenarnya berlaku sepanjang tahun tanpa mengenal waktu.
Zakat, terutama zakat mal, seringkali ditunaikan oleh para Agnia (orang kaya) di bulan Ramadan karena meyakini bahwa segala amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Namun, esensi utama dari zakat adalah sebagai pembersih jiwa dan harta.
Sesuai dengan firman Allah dalam QS. At-Taubah: 103 yang artinya Ambilah zakat dari harta mereka (guna) menyucikan dan membersihkan. Dengan mengeluarkan zakat yang setidaknya sebesar 2,5%, harta seseorang tidak akan berkurang, melainkan akan terus tumbuh dan berkembang.
| Baca juga: Lentera Kalbu - Mending 'Scroll' Mushaf daripada 'Scroll' Medsos |