Respons Kelangkaan BBM di Sumatra, Pertamina Tambah Armada dan AMT

16 July 2026 17:04

PT Pertamina Patra Niaga mempercepat langkah normalisasi distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Sumatra menyusul antrean panjang yang sempat terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Perusahaan menambah armada mobil tangki, Awak Mobil Tangki (AMT), hingga jam operasional SPBU untuk mempercepat penyaluran BBM.

"Kami merespons kondisi beberapa hari terakhir dengan menambah armada darat, menambah driver atau awak mobil tangki, memperpanjang jam operasi SPBU, serta mempercepat pengiriman dari depo ke SPBU," kata Wakil Direktur PT Pertamina Patra Niaga Taufik Aditiyawarman dalam tayangan Breaking News Metro TV, Kamis 16 Juli 2026. 

Taufik mengatakan kondisi distribusi BBM di Sumatra mulai berangsur normal setelah berbagai langkah percepatan dilakukan selama dua hari terakhir.

"Sumatra laporan tadi pagi sudah normal. Kami dua hari terakhir menambah armada dan juga menambah driver ataupun awak mobil tangki. Kami juga dibantu pengamanan dari TNI dan Polri untuk memastikan distribusi BBM sampai ke SPBU tujuan," ujarnya.

Menurut Pertamina, stok BBM nasional dalam kondisi aman dengan ketahanan pasokan berkisar 14 hingga 40 hari, tergantung jenis BBM. Untuk Pertalite dan Biosolar, ketahanan stok rata-rata mencapai sekitar 15 hari.

"Kalau stok untuk BBM nasional itu rata-rata di 14 sampai 40 hari. Itu berbeda-beda ya karena ada yang mungkin sekarang Pertalite dan Biosolar rata-rata sekarang di 15 harian, 15 hari. Nah ini yang menjadi tugas kami adalah untuk mengurai bagaimana itu sampai ke SPBU ini bisa lebih cepat karena di beberapa titik mungkin yang harus kami resolve itu secara segera supaya tidak terjadi antrean," ucapnya. 

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak khawatir mengenai ketersediaan stok BBM nasional dan LPG, karena pihaknya menjamin ketersediaan pasokan yang mencukupi.

"Mohon masyarakat tidak terlalu khawatir bahwa secara stok nasional kebutuhan BBM dan LPG kami senantiasa kita siapkan lebih dari cukup dan ini nanti akan kita uraikan untuk distribusinya lebih cepat ke SPBU-SPBU dan ritel," ucapnya. 

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X