Menggali Makna Pepatah Bali 'Wiadin Ririh, Enu Liu Pelajahin'

15 March 2026 20:49

Pepatah bijak dari tanah Bali, "Wiadin Ririh, Enu Liu Pelajahin", menyimpan pesan pendidikan dan spiritual yang sangat mendalam. Secara harfiah, pepatah ini bermakna: walaupun seseorang sudah merasa pintar, ia tidak boleh berhenti belajar karena masih banyak hal yang belum diketahuinya.

Filosofi ini mengajarkan fondasi kerendahan hati kepada setiap manusia. Seseorang tidak pantas menyombongkan kecerdasannya di hadapan luasnya lautan ilmu yang ada di dunia ini.

Kearifan lokal tersebut beririsan sangat erat dengan ajaran Islam dan filosofi universal. Sebagaimana ungkapan filsuf Socrates yang menyadari ketidaktahuannya, Islam juga memandang bahwa ilmu Sang Pencipta di alam semesta sangatlah tak terhingga.
 

Baca juga:
Filosofi Dayak ‘Mahamen Mambesei, Jukung Bahantung’: Pesan Kerja Keras untuk Generasi Muda

Oleh karena itu, konsep menuntut ilmu dari buaian hingga ke liang lahad adalah sebuah keharusan. Hal ini berlaku mutlak bagi setiap manusia, terlepas dari apa pun gelar atau pencapaian yang sudah pernah diraihnya.

Untuk menjadi pembelajar sejati sepanjang hayat, kuncinya terletak pada tiga hal utama. Ketiga hal tersebut adalah niat yang teguh, rasa cinta terhadap ilmu, serta sikap konsisten atau istikamah.

Tanpa adanya ketekunan, proses belajar akan sangat mudah terhenti di tengah jalan. Pada akhirnya, pepatah ini menjadi pengingat abadi bahwa kecerdasan sejati justru lahir dari kesadaran untuk terus menjadi murid kehidupan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)