Cilok Judes Semakin Banyak Peminat Berkat Juragan Jaman Now

29 January 2026 17:47

Jakarta: Program Juragan Jaman Now memberikan dampak signifikan bagi para pelaku UMKM yang ingin naik kelas. Omzet mereka turut terdongkrak hingga konsisten mendatangkan cuan.

Hal ini turut dirasakan oleh Mika Riandita, pemilik usaha makanan Cilok Judes. Setelah mengikuti program Juaragan Jaman Now, cilok dagangannya mulai dikenal masyarakat.

"Alhamdulillah penjualan di outlet kami meningkat. Mungkin orang penasaran apa sih gitu, yang sebelumnya belum pernah dengar Cilok Judes akhirnya cobain gitu," ujar Mika, peserta Juragan Jaman Now Season 4, dalam program Zona Bisnis Metro TV, Kamis, 29 Januari 2026.

Cilok Judes merupakan cilok premium, yang dibuat dari daging dengan keunikan rasa yang khas penuh cita rasa jajanan Nusantara. Oleh sebab itu, Cilok Judes menyasar kalangan menengah ke atas dan memiliki aneka varian rasa.

Selain dijual di kedai, Cilok Judes juga dikemas dalam bentuk frozen food, sehingga memudahkan pelanggan untuk menikmati di mana saja dan kapan saja.

Mika menceritakan, ciloknya mulai banyak peminat setelah sempat viral di media sosial (medsos). Banyak orang yang penasaran setelah menonton di Juragan Jaman Now.
 



"Akhirnya viral. Banyak yang komen sampai ribuan komentar gitu kan. 'Cilok apaan, Rp55 ribu mending beli nasi Padang', gitu. Tapi ternyata memang ada marketnya tersendiri," kata Mika.

Banyaknya orang yang memesan Cilok Judes turut mendongkrak omzet hingga lebih dari 100 persen. Dari situ, banyak orang yang berminat menjadi reseller Cilok Judes di beberapa daerah. Misalnya, di Palembang dan Semarang.

Bagi Mika, keuntungan mengikuti Juragan Jaman Now bisa mendapatkan ilmu berbisnis, dan networking. Dia juga bersyukur bisa mendapatkan mentoring dari orang-orang yang berkompeten.

Sementara itu, Panelis Juragan Jaman Now sekaligus CEO Foodizz Academy, Rex Marindo, menyarankan agar Cilok Judes bisa diperbanyak lagi variannya. Inovasi menjadi salah satu kunci bisnis bisa bertahan.

"Jadi dieksplor lagi pengembangan bisnisnya, tapi tetap dipertahankan di segmen middle up," kata Rex.

Rex juga mengingkatkan Mika untuk tidak terburu-buru membuka cabang baru karena viral. Membuka cabang harus memperhitungkan biaya operasional, supply chain, dan financial yang stabil.

"Jadi lebih baik menjaga kualitas, berkembang bertahap, tapi itu bisa bertahan gitu," ucapnya.






Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)