Menteri Haji (Menhaj) dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menemukan perbedaan antara data kapasitas yang tercantum dengan jumlah tempat tidur yang tersedia di dalam tenda. Menhaj menemukan temuan itu saat meninjau kesiapan tenda jemaah di Arafah
Pada salah satu tenda, kapasitas yang tertulis mencapai 360 orang. Namun saat dihitung secara manual, jumlah bed yang ditemukan hanya 320 unit.
Menyikapi temuan itu, Menhaj meminta tim di lapangan melakukan pengawasan secara ketat dan penghitungan manual untuk memastikan jumlah bed sesuai dengan jumlah jemaah.
"Angka yang tertulis di jendela itu adalah 360 kasur. Kami hitung ulang ternyata 332. Saya minta syarikah untuk menambah tenda tambahan untuk yang 30-an tadi dan itu berapa tenda lagi yang yang seperti ini," kata Gus Irfan, dalam program
Headline News Metro TV, Jumat, 22 Mei 2026.
Pemerintah tidak ingin kejadian tahun lalu terulang, di mana terdapat jemaah yang kekurangan tempat tidur dan harus mendapat tambahan tenda.
Amirul Hajj (pemimpin delegasi dan misi haji yang ditunjuk secara resmi oleh pemerintah) juga mencermati fasilitas toilet yang dinilai belum ideal. Meski kondisinya bersih dan layak digunakan, rasio satu toilet untuk 50 jemaah dinilai perlu ditingkatkan pada penyelenggaraan haji mendatang.