15 October 2026 14:47
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu fenomena kabut asap tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat. Paparan asap dalam jangka waktu lama berisiko memicu gangguan pernapasan hingga memperburuk kondisi penyakit jantung dan paru-paru.
Asap karhutla diketahui mengandung partikel halus yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan ini umumnya menimbulkan gejala awal seperti batuk, sakit tenggorokan, hingga Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Bagi penderita asma, hirupan asap pekat dapat memicu serangan sesak napas secara mendadak.
Sejumlah kelompok masyarakat dikategorikan paling rentan terhadap bahaya kabut asap, yaitu bayi dan anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita asma, penyakit paru kronis, dan penyakit jantung. Kelompok ini sangat disarankan untuk membatasi aktivitas di luar rumah dan mengutamakan berada di dalam ruangan dengan sirkulasi udara yang lebih bersih.