17 October 2026 22:22
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin membagikan sejumlah langkah praktis untuk melindungi diri dari bahaya paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menkes mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan lanjut usia (lansia), untuk mengurangi aktivitas di luar rumah guna menekan risiko gangguan kesehatan.
Menkes menegaskan bahwa berdiam di rumah merupakan langkah adaptasi utama saat kondisi lingkungan memburuk akibat kabut asap.
"Nomor satu, kalau bisa stay di rumah ya. Kalau sudah kondisinya seperti itu, kita tahu alamnya sudah seperti ini, kita sebagai manusia harus bersegera beradaptasi dan usahakan stay di rumah ya, jangan keluar kecuali benar-benar perlu," ujar Budi Gunadi Sadikin dalam tayangan program Top News Metro TV, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Namun, jika terpaksa harus beraktivitas di luar ruangan, Menkes menginstruksikan masyarakat untuk memberikan pelindungan ekstra pada saluran pernapasan dan mata agar tidak kemasukan partikel asap.
"Kalau kita harus keluar, yang harus dilindungi adalah asap itu jangan sampai masuk ke dalam paru, jadi bisa lewat hidung atau mulut. Dan ada juga yang kedua, jangan sampai kena mata karena beberapa juga bisa menyebabkan sakit mata, dan kita sudah mulai lihat ya. Caranya bagaimana? Gunakan masker. Kalau ada yang masker N95, gunakan yang N95. Kalau tidak ada, gunakan masker yang ada, tapi selalu gunakan masker kalau terpaksa harus keluar rumah. Untuk melindungi mata, gunakan kacamata ya, bisa kacamata hitam atau kacamata biasa, tapi gunakan juga kacamata," papar Budi.
Selain organ pernapasan dan mata, Menkes menyoroti kesehatan kulit yang juga rentan terpapar debu karhutla. Ia menyarankan penggunaan pakaian tertutup serta cara pembersihan tubuh yang tepat usai bepergian.
"Yang ketiga yang juga sering terdampak kesehatan adalah kulitnya kita. Jadi bisa masuk lewat mulut dan hidung untuk paru, itu yang harus kita jaga, masuk ke mata itu kita harus jaga, dan juga kena kulit kita ya. Jadi untuk kena kulit, usahakan pakai baju yang nutup gitu ya, baju-baju panjang seperti ini ya, jangan pakai bajunya singlet atau baju kaos karena nanti debu-debu itu akan nempel ke kulit dan kita enggak tahu kalau nanti bisa menyebabkan penyakit. Dan setiap kali pulang dari luar, selalu usahakan dibersihkan dengan air, tapi jangan langsung digosok," jelas Budi.
Langkah-langkah pelindungan diri tersebut diharapkan dapat meminimalkan risiko penyakit akibat paparan asap karhutla di tengah kondisi cuaca yang melanda.