8 November 2026 10:13
Hujan deras yang mengguyur wilayah Jalur Gaza kian memperparah krisis kemanusiaan yang dihadapi ribuan warga Palestina di kamp-kamp pengungsian. Luapan air merendam tenda-tenda darurat, merusak persediaan logistik, hingga menyebabkan sejumlah tenda roboh diterjang genangan air.
Genangan banjir merendam kasur, pakaian, dan barang-barang milik pengungsi yang minim perlindungan. Akibatnya, banyak keluarga terpaksa bertahan di tengah genangan air dingin tanpa tempat berlindung yang layak.
Seorang warga asal Beit Lahia menuturkan bahwa dirinya bersama keluarga harus berjibaku menguras air yang merangsek ke dalam tenda sejak pukul 03.00 dini hari. Nasib lebih memilukan dialami Ahmed Darwish, seorang pengungsi yang kehilangan tempat bernaung setelah tenda reyot yang ditinggalinya ambruk akibat tak mampu menahan debit air hujan.