10 October 2026 19:42
Malang: Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah meminta seluruh kader dan wakil rakyat dari partainya untuk terus hadir di tengah masyarakat serta mendengarkan keluhan warga. Menurutnya, kedekatan dengan rakyat harus dibangun secara berkelanjutan, bukan hanya menjelang pemilihan umum.
Pesan tersebut disampaikan Said saat menghadiri konsolidasi kader sekaligus kegiatan bantuan sosial bertajuk Tali Asih dan Sambung Rasa di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang.
Said menegaskan, rakyat merupakan pemilik kedaulatan demokrasi sekaligus pihak yang harus menjadi perhatian utama para wakil rakyat dan struktur partai. Jabatan yang diperoleh melalui pemilihan tidak serta-merta memindahkan kehormatan rakyat kepada para pejabat.
“Maka harus sadar anggota DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten kota dan struktur partai, bahwa pemilik kehormatan yang utama itu adalah rakyat. Karena rakyat pemilik kehormatan, tidak serta merta karena kita dipilih, kemudian kehormatan itu berpindah ke DPR RI, DPRD provinsi, DPRD tidak! Tetap saja yang terhormat itu rakyat,” ujar Said Metro Hari Ini Metro TV, Sabtu 10 Oktober 2026.
Ia menambahkan, masyarakat membutuhkan perhatian dan ruang untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi. Menurut Said, kesediaan kader untuk mendengarkan keluhan warga dapat meninggalkan kesan dan memperkuat hubungan antara partai dan masyarakat.
“Rakyat butuh sentuhan, diajak bicara, keluhan rakyat apa. Kalau itu didengar, itu akan membekas bagi masyarakat dan di situlah PDI Perjuangan akan besar,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, ratusan paket sembako dan bantuan uang tunai dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial. Said juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung yang diperuntukkan bagi pendidikan para penghafal Al-Quran.
Melalui safari ke berbagai daerah di Jawa Timur, DPD PDI Perjuangan Jatim berharap hubungan antara kader, wakil rakyat di berbagai tingkatan, dan masyarakat dapat terus terjalin. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya memperkuat kehadiran partai di tengah masyarakat tanpa terbatas pada momentum politik lima tahunan.