Karhutla Jambi Mulai Terkendali, Satgas Fokus Padamkan 4 Fire Spot Utama

14 October 2026 15:57

Penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi dilaporkan mulai relatif terkendali seiring membaiknya jarak pandang dan berangsur normalnya aktivitas masyarakat. Meski demikian, tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla masih terus berjuang memadamkan titik api di kawasan yang sulit dijangkau, seperti Taman Nasional Berbak.

Pelaksana Harian Penanggulangan Karhutla Provinsi Jambi sekaligus Danrem 042/Garuda Putih, Brigjen TNI Nyamin, menjelaskan bahwa penanggulangan karhutla di Jambi telah berjalan secara masif sejak Juni lalu. Dari sekitar 160 titik panas (hotspot), fokus pemadaman saat ini tertuju pada empat titik api (fire spot) utama di kawasan Taman Nasional Berbak.

"Untuk satgas darat ini, sebetulnya memang hotspot ada 160-an hotspot, tapi yang fire spot hari ini ada di empat titik sebetulnya, dan itu semuanya ada di wilayah Taman Nasional Berbak," ujar Brigjen TNI Nyamin dala.m tayangan Breaking News Metro TV, Rabu, 14 Oktober 2026

Ia menambahkan bahwa satgas darat hanya mampu menyisir area pinggiran untuk mencegah rembetan api ke kebun warga, sedangkan area dalam hutan belantara difokuskan melalui pemadaman udara (water bombing).

Skenario Water Bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca

Upaya pemadaman di wilayah yang sulit dijangkau mengandalkan strategi water bombing serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). OMC yang dilaksanakan pada 9-12 Oktober lalu terbukti efektif memicu hujan di sejumlah wilayah, meski kendala keterbatasan awan potensi hujan masih membayangi kawasan Taman Nasional Berbak.

Guna menembus titik-titik terisolasi, Pemerintah Provinsi Jambi telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengerahkan helikopter guna menerjunkan personel dan perlengkapan secara langsung.

"Kita mohon bantuan untuk heli untuk mengirim personel nantinya ke tempat-tempat yang memang tidak bisa dijangkau lewat darat," jelas Brigjen TNI Nyamin.
 


Dampak Penerbangan dan Lonjakan Kasus ISPA

Berdasarkan data Satgas Karhutla Jambi, total luasan hutan dan lahan yang terbakar di wilayah tersebut telah mencapai 4.335 hektare. Kebakaran ini turut mengganggu jadwal penerbangan komersial di Bandara Sultan Thaha, di mana pesawat dari Jakarta sebelumnya hanya bisa mendarat pada sore hari mulai pukul 17.00 WIB akibat pekatnya kabut asap pada pagi hingga siang hari.

"Terdampak. Jadi hari ini pun biarpun ini jarak pandang sudah relatif jauh, tapi penerbangan ini juga terganggu karena dua minggu kemarin itu sampai dengan hari ini," ungkap Brigjen TNI Nyamin.

Selain melumpuhkan sektor transportasi, dampak paparan kabut asap memicu krisis kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan Provinsi Jambi mencatat lebih dari 11 ribu warga terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Pemerintah mengimbau warga agar tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta menyiagakan fasilitas kesehatan untuk menangani pasien terdampak.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X