4 October 2026 10:09
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperingatkan bahwa fenomena Super El Nino yang berlangsung pada 2026 hingga 2027 diprediksi akan menjadi anomali iklim terkuat dan terlama sepanjang sejarah. Kondisi ini dipastikan telah melampaui rekor krisis iklim yang pernah terjadi pada tahun 1997 dan 2015.
Peneliti Senior Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN Erma Yulihastin menjelaskan, sebuah fenomena dikategorikan sebagai Super El Nino jika anomali kenaikan suhu permukaan laut melebihi 2 derajat Celcius. Saat ini, intensitas pemanasan telah menyentuh angka 2,7 hingga hampir 3 derajat Celcius.
"Intensitas Super El Nino saat ini jauh lebih tinggi dan diprediksi bisa mendekati 3,5 derajat Celcius pada Desember nanti. Angka ini jauh melampaui krisis tahun 1997 maupun 2015, di mana saat itu puncaknya hanya sekitar 2,6 derajat Celcius. Kita sudah melampaui ambang batas Super El Nino sebelumnya," kata Erma, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Minggu 4 Oktober 2026.